Mendung menggantung dilangit dewata, semilir angin pagi bertiup perlahan, sejuk terasa membelai wajah, hari kedua kami berada dipulau dewata, baru sekedar ber-anjangsana seputaran Kuta, Legian dan seminyak. Belum sempat melancong jauh ke wilayah Bali lainnya.
Pagi ini kami harus mencari tiket pulang kampung di pusat kota Denpasar, setelah berunding dengan kawan perjalanan ku, kami sepakat pulang menggunakan pesawat, meski sebelumnya saya sempat bersikeras ingin menempuh jalur darat sebagaimana yang telah kami lalui sebelumnya. Namun sepertinya kondisi fisik kawan saya tidak memungkinkan untuk menempuh jalur darat, memang saya rasa juga terlalu berat harus naik turun angkot, mengejar bus, menumpang ferry antar pulau, kemudian keluar masuk stasiun kereta, pada akhirnya pun, setibanya di Jakarta juga terpaksa harus naik pesawat, sebab kampung kami cukup jauh jika harus ditempuh dengan jalur laut..
Singa udara maskapai low budget, keberangkatan Denpasar tujuan Pangkalpinang, transit Jakarta, tiketnya sudah kami dapatkan dan berangkat empat hari lagi, kenapa empat hari lagi, karena harga hari itu yang paling masuk akal di kantong kami, Denpasar – Pangkal pinang seharga Rp 926.000,- kawan saya lebih mahal lagi sebab ia bayar tunai, sementara saya gunakan kartu debit yang digesek di sana!
Sekedar tips disetiap perjalanan, kami slalu membeli tiket diawal kedatangan, tujuannya supaya tidak repot dan kesusu saja jika harus mencari tiket pas dihari H, yang berpotensi merusak itinerary mu!, Meski bertolak belakang dengan kebiasaan orang Indonesia pada umumnya, yang mengerjakan tugas pas deadline.
Empat hari, ya kami punya empat hari menjelajah Bali, sepertinya terlalu naif untuk bisa melihat Bali secara utuh dalam empat hari, tapi sudahlah kita nikmati saja perjalanan ini, selanjutnya apa? Kami kembali membuka daftar itinerary yang tentu saja sudah saya riset jauh hari. Sepertinya Bali Tengah adalah tujuan ideal dihari pertama.
Pura Ulun Danu Bratan, Bedugul
Jika kau sempat memperhatikan uang nominal Rp 50.000,- maka disana digambarkan sebuah pura ditengah danau, begitu damai, mistik dan sangat indah, ya.. itulah Pura Ulun Danu, Bratan
![]() |
| Pinterest.com |
Mengendarai new Vario 160 cc, yang kami sewa dari penginapan dengan tarif Rp 50.000,- perhari, kami membelah pulau Bali, mengarahkan kemudi ke utara, terus ke utara, melintasi persawahan hijau, permai alam dewata, benar benar damai. Melewati perkampungan Bali yang juga eksotis, sepanjang jalan kerap ditemui pura aneka rupa dan bentuk nan artistik, mungkin pura disini seperti mesjid dinegri kami melayu, yang dengan mudah bisa kita temui sepanjang jalan, semakin jauh keutara jalanan semakin sempit, dan tak semulus sebelumnya, dan semakin menanjak, beberapa trek begitu curam, jurang disisi sisinya, sebab letak Pura Ulun Danu itu dipegunungan, dibibir danau diketinggian pulau dewata.
Semakin ke utara, juga semakin dingin terasa udara pegunungan ditambah hawa sejuk belantara pepohonan yang berfotosintesis melepaskan oksigen, juga semakin tinggi juga posisi kami, dari sisi jalan kita bisa melihat sisi bali dari ketinggian, lautan biru terhalang kabut tipis, perkampungan penduduk, dengan rumah rumah beratap merah tampak berupa titik tirik merah dari ketinggian pegunungan.
Sebenarnya jarak di Bali tidak terlalu jauh, hanya medan yang ditempuh saja sulit, menanjak, jurang dan bergunung gunung, sehingga jarak sekitar 30 km, bisa memakan waktu sampai dua jam, dipulau lain yang topografi nya lebih flat tanpa pegunungan jarak seperti itu mungkin sekitar 30 – 40 menit, menjelang masuk kawasan pura, kita disambut hamparan danau yang sangat luas, adalah danau Bratan, danau cantik diketinggian 1200-an meter, berhawa sejuk, meski matahari bersinar terang pagi ini, jika kita datang diawal pagi kita bisa melihat halimun menggantung diatas permukaan danau, sangat epic nan photogenic!
Memasuki gerbangnya, setelah melewati tempat parkir yang luas, dan memarkirkan kendaraan disana, masuklah kami kedalam komplek pura yang ternyata sangat luas, berisi taman taman bunga, area hijau permadani rumput, sebelumnya tentu saja beli tiket masuk dulu diloket wisatawan domestik, harganya Rp 30.000,- untuk wisatawan asing tentu lebih mahal.
Setelah melewati beberapa gapura, dan tembok tembok pembatas, dengan arsitektur cantik ukiran Bali, tampaklah di depan kami pura paling terkenal di seluruh dunia, tidak begitu besar, terdapat sekitar dua bangunan inti beratap ijuk hitam, menjulang berundak undak, arsitektur khas Bali, yang membuatnya unik dan eksotik adalah keberadaannya seolah mengapung, melayang diatas halimun, dipermukaan danau yang merefleksikan bangunannya seperti cermin raksasa, incaran para fotographer dari seluruh dunia. Sangat cantik! Namun sayang kecantikannya tidak bisa kau nikmati sendiri, pengunjung dari seluruh penjuru dunia membludak, sangat ramai seolah dipasar saja, atau mungkin kami berada diwaktu yang salah, resikonya jangan harap bisa leluasa mengambil foto, baru berdiri sebentar mencari spot foto, orang orang lokal yang jadi pemandu rombongan turis asing, memintamu segera enyah sebab mereka ingin mengambil gambar rombongan mereka, tentu saja tanpa penampakanmu difoto mereka.
![]() |
| Pura sang Dewi air |
Kompleks pura ini terletak di tepi barat laut Danau Bratan di pegunungan Bedugul. Danau Bratan juga dikenal sebagai danau “gunung suci”, kawasan ini sangat subur, terletak di ketinggian 1.200 meter, dan beriklim dingin. Pura ini sebenarnya digunakan untuk upacara persembahan untuk Dewi Danu , dewi air, danau dan sungai. dibangun pada tahun 1633 dengan sebelas atap didedikasikan untuk Siwa dan istrinya Parwati . Buddha pun juga memiliki tempat dalam kuil dewa Hindu ini.
Panorama disekitar pura juga tak kalah cantik, hamparan rumput hijau, terbentang layaknya permadani meliputi bibir bibir danau, menggodamu untuk bermain main disana, memandangi awan tipis yang seolah memayungi danau, dan sisa sisa kabut yang perlahan berarak lenyap diusir mentari pagi. Udara pegunungannya pun sejuk, membuat betah berlama lama disisi danau! Ah benar benar indah, benar kata orang, Bali tempat yang tepat untuk memperdalam spiritual, bagaimana bisa kau tidak bersyukur disajikan keindahan semesta ciptaan tuhan seperti ini...
![]() |
| So..holy |
Sekumpul Waterfall, Buleleng
Pernah mendengar tujuh aliran sungai bertemu dan bermuara disuatu tempat, berkumpul menciptakan panorama air terjun yang sangat epik, tujuh air terjun berkumpul disatu lokasi, benar benar menakjubkan. Itulah kenapa disebut Air terjun Sekumpul.. Dan diklaim sebagai air terjun tercantik di Bali. Predikat yang sangat pantas! Berada di Bali utara, Desa Sekumpul, Kecamatan Sawan, Kabupaten Buleleng. sekitar 76 km dari Denpasar.
![]() |
| Sumber; id.pinterest.com |
Dan kami sedang dalam perjalanan menuju air terjun itu, saya berharap menemukan bidadari dari kayangan sedang mandi disana, seperti cerita orang lokal..atau seperti dongeng dongeng waktu kecil!
Dan benar saja ungkapan “sesuatu yang cantik, seringkali tersembunyi keberadaannya”, jika tidak bertanya sepanjang perjalanan, mungkin cukup sulit menemukan air terjun ini, tidak ada penunjuk jalan atau rambu rambu yang bisa memberi petunjuk keberadaannya, hanya penduduk lokal yang bisa kami andalkan bertanya, itupun jarang sekali kami temukan perkampungan, lebih banyak hutan yang lebat mengurung kami, jalanannya berkelok kelok, meliuk liuk, macam ular sabak saja, tapi aspalnya cukup bagus, mungkin jalan ini juga menghubungkan daerah daerah diutara pulau Bali, menelusuri lereng lereng gunung, seringkali menurun, terkadang cukup curam, disisi kanan tebing tinggi bebatuan dicengkeram akar akar pohon raksasa, disisi kiri jurang terjal ditumbuhi pepohonan liar. pastikan kendaraanmu pada kondisi yang prima, dan remnya pakem jika tidak kau bisa terjun bebas kejurang!
![]() |
| Danau Buyan dibawah sana, epik diantara hijau persawahan... |
Lewat tengah hari kami sampai diperkampungan terakhir menuju air terjun, dipos tapal desa, kami dipungut tiket masuk oleh penduduk lokal Rp 10.000,- per kepala! Kami disuruh terus saja sampai lokasi air terjun, dan disinilah treknya benar benar curam, dengan lebar jalan yang tak lebih dari satu meter, terbuat dari blok blok semen yang dicor, harus hati hati jangan terkecoh pemandangan sawah terasering, berundak undak mengikuti kontur bukit, hijau permai memanjakan mata disisi kiri sebelah bawah jurang, pastikan kau fokus mengemudi.
![]() |
| Sawah berundak disisi jalan setapak menuruni bukit menuju air terjun |
Sesampainya diparkiran ternyata cukup banyak motor yang terparkir, sebagian milik wisatawan, yang lain milik tukang ojek lokal, dan lokasi air terjunnya masih jauh turun kebawah jurang, melewati tangga batu yang labil, pastikan pijakan mu tepat, atau resiko tanggung sendiri.
Setibanya dibawah, belum juga tampak batang hidungnya air terjun ini. Hanya ada saung tempat ibu ibu jualan minuman, dan orang tua pengamen memainkan alat musik semacam Gamelan, bernada sumbang, mendengung dengung tak jelas, menggema seputaran lembah! Ya.. orang tua ini memainkan gamelan ditengah belantara lembah diantara gemiricik aliran sungai kecil disamping saung, scene nya sudah mirip adegan di film film silat, yang mana seolah saung itu adalah kedainya para pendekar meminum tuak, dan si orang tua tentulah tetua dunia persilatan bernama Ki Gendeng Pamungkas, kakek sakti berjuluk “Pendekar Gamelan Sakti” dari lembah tujuh bidadari, yang sulit dijajaki kepandaian ilmu silat dan ilmu suratnya. (Hmmm.. Sepertinya saya terobsesi menulis cerita silat..)
“Maaf.. Pak tua, apakah benar? Ini jalan menuju air terjun tujuh bidadari?”
Pak tua memandang saya dengan seksama, seperti ingin menelanjangi jiwa ku yang fana.
“benar anak muda,, ikuti saja aliran sungai ini, kau akan menemukan air terjun yang kau maksud ”
Pak tua menghela nafas kemudian melanjutkan.
“Dari mana asalmu anak muda?, sepertinya bukan asli sini ”
“saya dari seberang pak tua, dari tanah melayu, saya minta diri pak tua”
Kemudian saya berlalu setelah meninggalkan kepingan receh ke dalam mangkuk di hadapannya, pak tua kembali menyeringai lalu melanjutkan ketukan gamelannya, benar benar orang aneh! Dunia persilatan memang dipenuhi orang orang aneh. (Ah sebelum semua semakin membingungkan, sebaiknya kita kembali ke laptop)
![]() |
| lightseekercorp.com |
Di kawasan ini ada tujuh air terjun yang letaknya tidak terlalu jauh. Namun, dari ketujuh air terjun tersebut hanya dua yang bisa dilihat dari dekat. Sisanya sulit dijangkau, sebab aksesnya yang tidak memungkinkan. Jika bertekad bulat ingin melihat 5 air terjun lainnya, silahkan menyewa jasa pemandu lokal yang paham detail medan yang ditempuh.
Dan benar saja, setelah berjuang melawan arus sungai yang cukup deras, melewati rintangan batu batu kali hitam nan licin, disana, didepan sana terpampang nanar, mahakarya dari sang pencipta, luar biasa megah, besar, gagah dan jumawa, menelan bulat bulat ketakjubanmu, dengarlah suara gemuruhnya yang menggetarkan jiwa jiwa yang mencari kebesaran tuhan. Inilah mahakarya itu, menjulang tinggi layaknya tembok putih yang sangat megah, bergemuruh, memecah bebatuan cadas dibawahnya, sebagian menjelma buih buih memutih, sebagian mengurai menjadi partikel air lembut, melayang di udara, membawa aroma basah, tercium bagaikan wangi nirwana di alam mayapada, kemudian menerpa lembut wajahmu, membelai mesra tubuhmu, tanpa sadar bajuku terasa lembab, semakin lembab, kemudian basah, terpapar kabutnya.
![]() |
| Lembah tujuh air terjun berkabut... |
Dan ketakjuban ku tak terhenti begitu saja, tak menyangka sama sekali, khayalan liarku sebelumnya terbukti.. bidadarinya! benar benar ada..!, berkecipak riang diantara deru air, ditengah telaganya yang sebening embun. Wajah cantik laksana bidadari, tinggi semampai dibalut rangka kaukasia yang kokoh, mengenakan bikini yang terlalu kecil, dan tak mampu menampung padat tubuhnya,, ah sudahlah tak usah dibayangkan..sempurna! Perempuan kulit putih memang suka pamer tubuh indah mereka, alasan mereka sangat mulia,, “agar jantung pria tetap berdegup..!”
![]() |
| Bidadari |
Ternyata air terjun sekumpul tidak se-misterius tempatnya, meski tak banyak diketahui pelancong ternyata pengunjungnya cukup banyak, dan mengejutkan hanya saya penduduk pribumi, kemana turis lokalnya sama sekali tak tampak, kebanyakan pasangan pasangan Backpacker yang gemar berpetualang mencari surga surga tersembunyi dan menguak keeksotisannya, Mereka bahkan punya sebutan sendiri untuk Air Terjun Sekumpul yakni Seven Point Waterfall.
Rasanya ingin ikut mandi bersama bidadari bidadari berbikini seksi, tapi ah sudahlah saya merasa tidak cukup pede, dengan tubuh ceking dan dekil macam cacing kremi ini, selain itu airnya juga sedingin es, bisa bisa demam panas kau sepulang dari sini, jangan kau main main berani beradu fisik dengan orang orang kulit putih itu, udara dingin jadi makanan sehari hari di negeri mereka, bahkan air pegunungan yang sedingin es ini, gadis gadis bule itu malah setengah telanjang.. tak heran, mereka sanggup menjajah kita sampai 350 tahun!
Saya putuskan cukup ambil beberapa gambar kemudian angkat kaki, kami harus turun gunung sebelum terlalu gelap!
Perjalanan pulang kami disergap kabut pegunungan yang mulai naik, cukup mengganggu pandangan, jarak pandang semakin pendek tak lebih dari sepuluh meter, dan semakin senja semakin pekat, saya menyalakan lampu demi keamanan. Hari mulai gelap ketika kami sudah turun gunung, sepeda motor trus saya pacu ke selatan, terus ke selatan, menuju Denpasar, semoga tidak terlalu malam sampai Kuta.. hawa dingin pegunungan kian terasa menyusup mantel tebalku. Di kejauhan kerlap kerlip lampu kota, samar samar terlihat seperti kunang kunang dari ketinggian. Pulau dewata bersiap menyambut malam.
Rasanya ingin ikut mandi bersama bidadari bidadari berbikini seksi, tapi ah sudahlah saya merasa tidak cukup pede, dengan tubuh ceking dan dekil macam cacing kremi ini, selain itu airnya juga sedingin es, bisa bisa demam panas kau sepulang dari sini, jangan kau main main berani beradu fisik dengan orang orang kulit putih itu, udara dingin jadi makanan sehari hari di negeri mereka, bahkan air pegunungan yang sedingin es ini, gadis gadis bule itu malah setengah telanjang.. tak heran, mereka sanggup menjajah kita sampai 350 tahun!
Saya putuskan cukup ambil beberapa gambar kemudian angkat kaki, kami harus turun gunung sebelum terlalu gelap!
![]() |
| Bidadari 2 |
Selamat malam Bali












ConversionConversion EmoticonEmoticon