inter island trip 1 JAKARTA

Agustus 2016

Sebuah cerita, tentang sebuah mimpi yg sekian lama tersimpan dan kerap ganggu tidur ini,, mimpi akan kisah perjalanan, cerita tentang pengembaraan,,  menjadi musafir berkelana menyusuri jejak hati, menabur rindu sepanjang perjalanan, merasakan kebebasan yg sejati, melangkah kemana hati ingin melangkah…lalu kemudian menjadi bijak.. lebih tepatnya sok sok bijak!
Namun apalah daya, kita  hanya  insan biasa yg tak bermateri tak punya reputasi..keterbatasan dana benar benar terasa menggangu perjalanan ini,,tapi dengan ketabahan dan keteguhan hati, kami menyelesaikan perjalannan ini,,tentu saja dengan susah payah..menantang teriknya Jakarta, menciut dihantam dinginnya bandung dinihari, menahan kantuk semalam suntuk dalam bus diombang ambing jalanan berliku, tanjakan, turunan sepanjang jalur selatan jawa..kemudian mengarungi selat bali, meninggalkan tanah jawa dengan kerlap kerlip lampu pelabuhan ketapang  banyuwangi..
Dan ahirnya menapakkan kaki di pulau dewata, pulau seribu pura, dengan segala keeksotikannya, setiap sudutnya menawarkan keindahan ciptaan tuhan,, kata orang ini tempatnya utk memperdalam spritualitas, dan saya percaya,, bagaimana tidak..kau akan dengan mudah bersukur dan memuji tuhan, dengan panorama yg disajikannya..mungkin ini juga yg menginspirasi dunia untuk mendatangi bali, popularitasnya mengalahkan negri ini sendiri, bali menjadi magnet bagi para pelancong mancanegara utk mendatangi negri ini..

Bagaimana dengan kami? orang udik yg bahkan belum pernah meninggalkan pulau, terbengong bengong takjub akan dunia luar, pencakar langit, jembatan layang, pesawat terbang, kerumunan orang banyak sekali, lalu lalang kendaraan, kemacetan parah dan tentu saja kerasnya kehidupan kota, demi bertahan hidup, atau demi hidup lebih enak lagi..
selalu ada momen sesuatu untuk pertama kali


HARI PERTAMA

Pagi yang cerah,jam  8;00 waktu indonesia barat,  matahari mengintip dari balik jendela pesawat boeing 737-800 milik sriwijaya air, mengangkut kami meninggalkan Bangka, pulau yang selama ini kami tinggali, jauh meninggalkan rumah untuk sebuah perjalanan yang tak pernah bisa kami tebak bagaimana selanjutnya..
Satu jam mengudara, melintasi daratan sesaat untuk kemudian yg terlihat hanya putih putih mengambang, dan dibawah sana dari ketinggian terlihat laut jawa  biru terhampar seolah tak bertepi..
Pukul 9;00 burung besi ini mendarat mulus di bandara internasional soekarno -  hatta! Menuruni tangga pesawat dan anak tangga terakhir… kami pun menjejakkan kaki di tanah jawa!
Keluar bandara terasa lebih garang panasnya dari Bangka, Tanya petugas dimana monas yg terkenal itu..”disitu ada loket beli tiket bus jurusan gambir, uda monas itu” ujar bapaknya..harga tiket busnya 40.000,- lumayan jauh dari bandara ke gambir, sekitar satu jam! Dan benar stasiun gambir tepat disebelahnya monas, belum sempat turun sudah dihadang kerumunan sopir angkot, bajai  dan tukang ojek rebutan penumpang, semacam sambutan selamat datang di Jakarta!
jakarta dari pelataran monas
“ojek mas..mau kemana..sini mas tak anterin” dan mulai hari ini, resmilah kami jadi orang jawa,  dimana mana  dipanggilan mas, sebuah panggilann yg tidak biasa di tanah melayu, tapi ini tanah jawa kau harus dipanggil mas! Dan kami pun mengabaikan orang orang  itu, bergerak menjauh, berharap  ada bus yg tarifnya lebih bersahabat..
Keluar area stasiun gambir ahirnya  menemukan halte busway, yg jaga perempuan muda yg terlalu sibuk dengan smartphonenya,
“mbak..” mbaknya tak peduli, seolah penampakan kami tak terlihat,,panggilan ketiga, barulah kehadiran kami menarik perhatiannya..
“bagaimana cara kami bisa naik bus?” si perempuan muda masih menekuri layar smartphonenya..
“mau kemana?” katanya, tak bergairah sekali menjawab kami..
“stasiun senen..” dan terlihat si perempuan menjwab panggilan masuk..
“punya kartu? Naik busway harus punya kartu!” ujarnya, sambil melanjutkan percakapan dengan seseorang di smartphonenya,,
“tidak” jawab kami bingung
“kalian harus punya kartu dulu, biaya buat kartunya 40ribu” jawab si perempuan muda, sesekali tertawa tertahan membicarakan sesuatu dengan teman ngobrolnya di hp
“gak bisa langsung naik aja, tanpa harus bikin kartu?” kami masih mencoba bernegosiasi..
“bisa..naik ojek aja, atau bajai depan sana banyak..” sepertinya si perempuan muda mulai kesal dengan kehadiran kami yg mengganggu percakapan telepon nya..ahirnya kami menyerah dan mengikuti saran perempuan muda penjaga loket halte, bergerak ke depan kearah kerumunan tukang ojek dan bajai ngetem, dan sopir bajai pun cepat tanggap menghampiri kami..
“mau kemana? Sini saya anterin..”
“stasiun senen, brapa bang?”
“30 rebu aja..” gaya situkang bajai macam tak berdosa, padahal tadi di depan stasiun gambir, ada tukang bajai yang  mengekor  kami, minta dibayar 20ribu ke stasiun senen!
“20 ribu” kami menawar! Si abang bajainya menggeleng “belum bisa la 20ribu, 25 ribu dah berangkat” jadilah kami naik bajainya, lagipula ini backpack butut berat sekali, sudah tidak kuat gendongnya…
Stasiun senen, letaknya di wilayah pasar senen Jakarta pusat, inilah stasiun kereta api khusus kereta  ekonomi di Jakarta, juga terminalnya  untuk rute rute jarak jauh jelajah kota kota di pulau jawa! Tujuan kami selanjutnya bandung, Tanya petugas, ada kereta ekonomi tujuan bandung namanya serayu malam, berangkat jam 9 malam, tiba di stasiun kiara condong bandung  sekitar tengah malam, tapi penjualan tiketnya baru dibuka jam 6 sore! Dan itu  6 jam lagi!  Artinya kita punya waktu 6 jam melihat Jakarta
Terlalu banyak tempat yg ingin dituju dengan waktu yg terbatas, membingungkan sekali..makan  siang dulu lah cari inspirasi, depan stasiun ada warung nasi jawa,  seperti apa rasanya..ah sudahlah sebenarnya kita sama sekali tak peduli soal rasa, anggaran kita sangat terbatas , yg penting halal dan bisa kenyang tentu saja harus murah..dan ternyata tidak murah juga, nasi telor asin+nasi putih 2porsi ane duitin 24ribu, dibangka saja nasi ayam warung padang  15ribu! Di tanah jawa kata orang harga harga murah ternyata tidak terlalu benar!
Panas, asap kendaraan, polusi, dan kemacetan, benar benar kacau kota ini, atau paling tidak itu yg kurasakan saat ini, disini sekitar kawasan senen!  rasa hati ingin segera meninggalkan kota ini,, azan zuhur mulai bersahutan disetiap sudut kota, memanggil manggil jiwa yg kehausan akan kasih sayang tuhan, sebagian tak peduli dan mengabaikan panggilan suci tersebut, sayup sayup, timbul tenggelam beradu dengan bising suara knalpot kendaraan dan hiruk pikuk jalanan…
Sebagai musafir yg berkelana mengembara dibumi-Nya, kita mutlak mesti minta perlindungan dan memohon kasih sayang nya..hari ini saya menunaikan sholat zuhur di masjid istiqlal yg terkenal itu, sejuk, setelah dijerang panasnya kopaja jakarta, damai terbebas dari hiruk pikuk jalanan, dan nyaman, karpetnya juga tebal..masjid ini benar benar besar, interiornya seluas lapangan bola, tanpa kubahnya istiqlal  lebih mirip gedung bertingkat daripada mesjid,
masjid terbesar yang pernah ku lihat
saya dengar arsiteknya orang Kristen, orang Kristen yg hebat bisa bangun mesjid semegah ini, tentunya dia banyak belajar tentang filosofi islam..katanya juga masjid ini dibangun untuk menandingi kemegahan katedral yg sudah lebih dulu dibangun kompeni persis didepannya..tapi saya lebih suka menyebutnya sebagai semangat toleransi beragama! Bahkan perjalanan kami dilandasi semangat toleransi beragama, partner jalan saya si lae dia Kristen, sekarang dia sedang menunggu saya selesai solat..selanjutnya mungkin giliran saya menunggu dia ibadah digereja..perjalanan seharusnya juga mengajarkan kita tentang toleransi, saling menghormati dan menghargai perbedaan..(saya hanya menulis apa yg sering saya dengar, sebenarnya saya tak terlalu faham juga dengan konsep ini)..
Masih ada waktu tersisa untuk melihat Jakarta, monas jadi tujuan berikutnya, sebenarnya ingin mengunjungi katedral didepan istiqlal, tapi gerbangnya ditutup, cukup dengan mengambil gambar didepan pagarnya saja.. dari istiqlal monas juga sudah terlihat sebab jaraknya memang dekat, setelah ditempuh jalan kaki ternyata letih juga, apalagi bawa backpack seberat ini..sampailah didepan gerbang utamanya.. dan tutup! Ya gerbang nya tutup, padahal jelas sekali tertulis buka 08;00 – 16;00 sekarang baru pukul 14;15 dan ini hari selasa, yg saya tau tempat tempat wisata itu tutup hari senin..ditengah kebingungan dan kekecewaan kami, yg paling terasa adalah keletihan..datanglah bajai biru dengan bapaknya yg pura pura baik, menjelaskan situasinya, kemudian menawarkan mengantar lewat depan istana, katanya lewat depan pintu istana bisa masuk! Semangat sudah habis, mau muter lewat depan istana rasanya tak kuat lagi, dan saya lihat partner saya sudah duduk dalam bajai, cepat sekali ia sudah naik, saya baru mau tawar menawar dengan bapak bajai! Ya sudah begini diberi harga berapapun,,pasrah!
gereja katedral jakarta dengan arsitektur neo-gotik Eropa, sangat lazim digunakan untuk membangun gedung gereja
Sampai depan istana bayar bajai 15.000! persis depan istana Negara! Ternyata inilah istana Negara yg sering saya lihat di tv, diberita berita nasional! Disini tempat tinggal presiden, pemimpin tertinggi republik ini, meski banyak dari presiden ini tidak suka tinggal diistana, lebih suka membuat kemacetan dengan iringan pengawal untuk bolak balik kerumahnya..tapi presiden sukarno, pendiri Negara ini, dia tinggal disini, diistana Negara, kata orang karena beliau tidak punya rumah! Bersahaja sekali..
istana negara, jangan bayangkan rasanya tinggal didalamnya..seperti cerita dongeng kah?

Dan benar saja, lewat gerbang depan ini, pintunya dibuka sedikit, pintu kecilnya yg hanya untuk lewat satu orang, memasuki kawasan monas gratis, menyusuri taman tamannya yg sangat luas, dan cukup hijau dengan pepohonan yg ditata rapi, ada patung patung pahlawan semacam prasasti disetiap sisi kawasan taman..dan magnet dari semua ini tepat ditengah taman yg luas ini, menjulang tinggi sebuah tugu diatas cawan raksasa dengan kobaran api emas dipuncaknya, inilah monumen nasional landmark kota Jakarta! Aslinya tidak secemerlang seperti di foto foto wallpaper yg bertebaran di internet, monas yg saya lihat sedikit kusam, dibagian atasnya dibawah lidah apinya, temboknya sedikit menghitam,seperti berjamur, sebenarnya saya mengharapkan monas seperti difoto foto, cemerlang bak pualam,,sebab inilah kebangggaan Indonesia, inilah yg diharapkan presiden soekarno saat membangunnya, seperti juga pembangunan istiqlal dan stadion gelora bung karno,yah kebanggaan Indonesia!!  dalam bahasa beliau “Indonesia bukan bangsa tempe” saya tidak mengerti maksud pak sukarno,” tempe kan sehat pak karno”!
Tur monas berlanjut sampai kebagian dalam bangunan gedung, harga tiket masuk rp 10.000,- sampai puncak api emas..  rp 5.000,- sampai cawannya saja, datanglah pagi pagi saat monas baru dibuka, jangan datang sore seperti kami, melihat antrian mengular , panjang, berlapis lapis seperti tak ada harapan untuk naik lift keatas, sebab sebentar lagi monas ditutup! Sebaiknya kita belajar sejarah negeri ini didalam bangunan gedung berbentuk cawan raksasa ini, ini bagian yg disebut museum sejarah nasional, tempat yg luas disepanjang sisi temboknya didalam kotak kaca, ada diorama sejarah negeri ini bahkan pra-sejarah negeri ini, disertai keterangan tertulis dibawahnya..menarik sekali menelusurinya, apalagi kamu penggila sejarah, saya hanya tertarik dengan patung patung kecil dengan semacam lukisan tiga dimensi dibelakangnya , artistic sekali, saya tidak mengerti  apa apa tentang  pengelolaan museum, memang disengaja atau tidak, kenapa lampu diruangan ini sangat redup!
monas yang terkenal
Hampir magrib, sampai distasiun pasar senen, sepertinya loket penjualan tiket sudah dibuka, saya ingat loket 12-13 kata petugasnya, antrian nya tak sepanjang keberangkatan siang! Dan dapatlah tiketnya,,KA serayu malam stasiun pasar senen tujuan stasiun kiaracondong bandung seharga rp 67.000!
Dan sekarang kami terdampar di poojok stasiun senen, depan  toserba samping toilet yg cleaning service nya stand by mengelap setiap jejak sepatu yg kau tinggalkan di lantai, dedikasi yg luar biasa demi sebuah pekerjaan  maksudku luar biasa menyebalkan,kau mengerti maksudku kan mereka sangat menyebalkan, seolah kita manusia yg tak berperasaan yg hanya bisa mengotori tempat mereka,,, menunggu kereta yg akan membawa kami ke bandung, tak ada yg bisa dilakukan untuk membunuh waktu menunggu yg membosankan ini..yg saya lakukan menyaksikan keramaian stasiun, kerumunan orang orang  berlalu lalang, seperti kami menunggu kereta mereka, membawa koper, ransel ada juga kardus yg sudah di ikat sedemikian rupa, ada perempuan separuh baya dengan anaknya yg masih bocah, ada sepasang remaja yg sedang jatuh cinta dan terus berpegangan tangan, ibu muda dengan bayinya, ada juga perempuan muda berjilbab dengan celana ketatnya yg seksi, wajahnya juga cantik, menunggu kereta bersama seorang lelaki mungkin suaminya..dan yg paling menarik  perhatian adalah sekumpulan pria dengan cara berpakaian yg banyak menimbulkan sinisme dimasarakat hari ini, celana cingkrang, memakai ghamis, sebagian memakai sorban, jika kau pernah lihat lukisan pangeran diponegoro atau tuanku imam bonjol, ya kurang lebih seperti itulah penampilan mereka, mereka lebih terkenal dengan sebutan jemaah tabligh, rombongan musafir berkelana ke penjuru dunia, demi mendakwahkan ajaran nabi, mengajak umat kembali ke jalan tuhan! Dan gerakan mereka jangan dianggap remeh, merekalah gerakan dakwah yg paling efektif di abad ini, bahkan kudengar dakwah mereka sampai ke jantung Israel...
Seperti kami mereka juga musafir, jauh meninggalkan rumah,, tapi mereka lebih idealis, perjalanan mereka setidaknya lebih bernilai, mereka dalam rangka menjalankan perintah tuhan, mengabdi pada tuhan! Bagaimana dengan perjalanan saya? Ah sudahlah,,kita bicarakan nanti..
Pukul 9 malam kereta api Serayu Malam berngkat meninggal satasiun pasar senen, menuju stasiun kiara condong di bandung..sesuai rencana, tepat waktu, ini kali pertamanya saya naik kereta api, tidak buruk juga, tempatnya nyaman, bersih dan menggunakan pendingin ruangan, bangku disusun berhadapan dengan kapasitas tiga penumpang duduk berhadapan, didinding kereta terdapat stop kontak listrik, tentu saja sangat dibutuhkan untuk mengisi ulang gadgetmu! Dan beruntung kereta malam ini sepi penumpang, jadi sesuai rencana kami bisa tidur sepanjang 3 jam kedepan sebelum tiba di bandung! Saya lupa sesuatu, sepertinya tak begitu sesuai rencana, acara tidur kami dikacaukan suara berisik penumpang didepan kami..sekumpulan wanita remaja kulit putih, cekikikan sepanjang perjalanan, dan tak ada yg memperingatkan mereka, meski saya yakin bukan Cuma kami yg merasa terganggu, mungkin ini bagian dari budaya ramah tamah bangsa ini terhadap orang asing!
dikereta malam "serayu" menuju paris..
selanjutnya part 2

Previous
Next Post »