Sebuah malam di kotaraja, lebih semarak dengan berbagai atraksi seniman jalanan yang begitu atraktif terutama di kawasan titik nol jogja, titik Nol Kilometer merupakan tempat dimulainya segala kisah tentang Jogja. Di persimpangan ini kamu bisa melihat Jogja secara utuh. Jogja yang semrawut namun syahdu, Jogja yang modern namun tetap mempertahanan budaya lokal, Jogja yang mencipta kelu namun juga rindu. Berada tepat di jantung kota Jogja, kawasan ini selalu ramai dilewati orang setiap harinya. Titik Nol Kilometer adalah denyut nadi Jogja. Banyak gedung bergaya art deco yang menjadi landmark kota jogja, ada gedung Bank Indonesia, Gedung BNI, dan Gedung Kantor Pos Besar. Tepat di depan gedung Kantor Pos Besar, ada Monumen Serangan 11 Maret yang digunakan sebagai tempat pergelaran seni dan budaya. Di belakangnya ada Benteng Vredenburg Sedangkan di seberang Benteng ada Istana Kepresidenan Gedung Agung.
Dimalam hari dikitari gedung gedung klasik peninggalan kompeni dengan penerangan redup lampu neon dengan nuansa kuning nan syahdu, suasana yang pantas dirindukan dari jogja, setidaknya menurut orang yang sempat tinggal lama dikota ini..saya baru pertama kali kesini, tak tau sama sekali akan kesan dari jogja yang banyak orang katakan sebagai kota kenangan, yang saya tau kota ini benar benar hidup dimalam hari, benar benar semarak, musisi jalanan, pertunjukan jalanan, aneka jajanan, dan tentu saja angkingan khas jogja.
Berangkat dari penginapan dengan trans jogja,
turun di halte taman pintar, jalan sedikit ke titik nol, dan disinilah tumpah
ruah, penuh sesak dipadati pengunjung..disini tempat berkumpulnya orang muda
jogja, dan mengekspresikan diri dengan segala kreatifitas yang ada, ada cosplay
prajurit keraton, kostum iron man lengkap dengan lampu senter didadanya, ada
hulk dengan kain rombengnya dan banyak lagi pertunjukan jalan lainnya, cara
yang kreatif menghasilkan uang! Berbagai komunitas di Yogyakarta juga ikut meramaikan kawasan Titik Nol Kilometer.
Datanglah sore atau malam hari untuk
melihat pertunjukkan mereka. Ada komunitas
fotografi, komunitas sketching, komunitas sepatu roda, komunitas sepeda BMX,
dan lain lain..
![]() |
| titik nol |
Menelusuri jalan ini
kau akan sampai di malioboro, jalan paling terkenal di kota ini..menginspirasi banyak pelancong
untuk mendatanginya.. Melintang sepanjang 1 kilometer dari utara ke selatan,
Malioboro tak ubahnya nafas yang membuat
Jogja lebih bernyawa. Malioboro tidak hanya bercerita
tentang transaksi penjual dan pembeli, sebab diruas jalanan ini penuh dengan
penjual oleh oleh, namun terselip juga romantisme dan rindu yang biru, ah lagi
lagi saya bermetafora, padahal berkunjung ke kota ini baru kali pertama,
bagaimana kau bisa bicara tentang rindu, anggap saja saya mewakili perasaan
mereka yang punya kenangan dengan jalan ini...
Banyak yang mengambil gambar dengan latar lampu
jalan yang ada tulisan “jln malioboro” nya, tak peduli pagi buta, tengah hari
bahkan malam hari ada saja manusia yang berfoto di plang jalan ini, tentu saja
untuk pamer mereka ada dijogja, bagus juga memotivasi teman mereka untuk keluar
meninggalkan rumah dan mereguk hikmah perjalanan..saya tidak ikut ikutan, hanya
tertarik mengambil gambar kuda yang menarik andongnya, ada rasa iba melihat
binatang ini, kerja keras, siang malam demi menghidupi majikannya, kudanya
kurus kerempeng sampai kelihatan garis
rusuknya..dan di malioboro ada banyak sekali delman delman seperti ini, jika
tidak delman ya becak, sepertinya jogja memang dikondisikan untuk pariwisata
demi memberdayakan warga lokalnya. Setau
saya Cuma itu pilihan transportasinya, angkot mana ada, sejak masuk jogja belum
kelihatan batang hidungnya![]() |
| delman, andong, sado, apa bedanya..yang saya tau itu kereta kuda |
Disisi lain malioboro ditengah kerumunan orang orang dan
suara tetabuhan yang tidak jelas riuh rendah timbul tenggelam ditelan suara
kendaraan, saya mendatangi sumber suaranya..ternyata adalah pertunjukan seni
jalanan, dengan alat musik tradisional
yang dipadu dengan peralatan modern, seperti gitar dan drum, juga pakai sound
system..banyak yang nonton sampai berulang kali diperingatkan petugas sebab
mengganggu lalu lintas! Pentunjukanya memang menarik Menggunakan alat musik
tradisional menyerupai angklung, musisi jalanan ini akan menggelar konser tiap
malam,memainkan lagu dangdut hingga
koplo, macam di organ tunggal kawinan saja.ada juga penonton yang tak tau malu
ikut berjoget didepan, tepatnya bapak tua yang sudah bau tanah berjoget joget
sesuka dia macam orang mabuk tuak, dia pikir dialah artisnya.dan ada mc nya
berbaju merah macam orang cina juga wajahnya, pandai menari perut, juga menggerakkan dadanya, yang
jadi masalah dianya laki laki, gemulai macam tak bertulang..Sebagai bentuk apresiasi,
jangan lupa masukkan uang seikhlasnya ke dalam keranjang..
Malam beranjak larut, sepanjang ruas mallioboro
para pedagang mulai mengemasi barang dagangannya, sekitar pukul Sembilan malam,
sepertinya trans jogja juga sudah berhenti beroperasi, pilihannya tinggal becak
untuk kembali ke penginapan di prawirotaman, memang agak jauh, mungkin besok
kita akan cari penginapan yang dekat dengan malioboro saja! Untuk malam ini kita
akan naik becak, tapi bukan tenaga manusia melainkan tenaga mesin, ya naik
bentor..serupa dengan becak bedanya yang ini pakai sepeda motor bukan sepeda.
Ada banyak becak mangkal di kawasan titik nol, depan monument sebelas
maret..kali ini tukang becaknya masih muda dan sangat interaktif dengan kami
penumpangnya, Tanya dari mana, mau kemana, asli mana..sekali dijawab malah
bingung dia, wawasan nusantaranya buruk sekali, mas ini tidak tau daerah asal
kami Bangka itu ada di bagian mana negeri ini, bahkan belum pernah dengar ada
tempat dengan nama seperti itu, bagaimana tidak menyebalkan? Padahal banyak
saudara saudaranya orang jawa merantau di tanah melayu tempat asal kami..ya
sudahlah mungkin pulau kami memang tidak terlalu terkenal, kunjungan wisata
juga baru mengalami peningkatan sejak
beberapa tahun terakhir ini saja terhitung sejak 2008, saat novel lascar
pelangi karya budak melayu belitung diangkat ke layar lebar dan ditonton banyak
orang, itu pun yang terkenal pulau Belitung nya bukan pulau Bangka tempat
tinggal kami...![]() |
| street ferformance, musisi jalanan |
Selamat pagi jogja, hari yang baru untuk memulai sesuatu
yang tak terlupakan? Apa yang kita lakukan hari ini, yang pertama mencari
penginapan, kawasan ini terlalu jauh dari pusat keramaian jogja, saya mau coba
mencari di sekitar kawasan malioboro saya dengar disana ada kawasan yang
terkenal dengan area backpacker nya..tempat pelancong dari delapan penjuru mata
angin dari seluruh dunia berkumpul..jalan sosrowijayan..dan kesanalah tujuan
kami, jalan ini sangat melegenda, tentu saja legenda dikalangan pelancong
berkantong cekak seperti kami..ternyata di jalan ini memang di seting sebagai
kawasan wisata, semacam kampung wisata, banyak turis berlalu lalang, kulit
putih, kulit hitam, kulit kuning, dan kulit seperti saya, tidak terlalu hitam,
juga tidak putih, agak hitam hitam juga..kemudian banyak penginapan, hotel,
guest house, homestay, dan losmen tersebar sepanjang ruas jalan ini, termasuk
kedalam gang gangnya semua nya tempat menginap dan disewakan..agak berlebihan,
tapi intinya kau dengan mudah akan mendapatkan penginapan disini, tentu saja
murah..
Dan saya dapat penginapan tidak jauh dari
gerbang jalan sosrowijayan, saya lupa namanya, lokasi pinggir jalan depannya
ada pagar besi bercat merah, ada nenek tua didepan penginapan nya, mungkin
ibunya si bapak yang punya penginapan, setelah nego singkat didepan pintu bapak
nya minta Rp 125.000 saya tawar
seratus ribu, si bapak langsung deal..mungkin saya penawar terburuk didunia!
kamar kami ada diatas lantai dua, sepertinya tinggal satu kamar yang kosong,
lumayan nyaman, dua bed empuk, toilet dalam kamar dan tidak ada handshower buat
cebok, apalagi buat mandi, menyedihkan kondisinya..tapi untuk menutupi
fasilitas toiletnya yang buruk, ada televisi dikamar ini, saya bisa nonton
berita penangkapan santoso di belantara poso..dan satu fasilitas lagi ada kipas
angin! Dan bagian favorit saya adalah berandanya, cukup cantik ada kursi kayu,
meja kayu, pahatan batu “The Last Supper”
Nya Leonardo Da Vinci , ada jemuran juga..dan tentu saja pemandangan
kota dari ketinggian lantai dua..tidak terlalu buruk juga untuk Rp 100.000.. Sepertinya Cuma ada tiga
kamar dan Cuma dilantai dua saja sebab dibawahnya semacam kafe tempat turis turis makan makan,
minum tuak dan berengkerama dengan bahasa asing, yang membuat saya sedih
mendengarnya, sebab saya tidak mengerti apa yang mereka bicarakan..![]() |
| penginapan di jalan sosrowijayan |
Ini akan jadi hari terakhir saya di jogja, sebab besok akan
meninggalkan kota ini melanjutkan pengembaraan sampai ke ujung tanah jawa,
banyuwangi..pagi ini juga saya berencana membeli tiket ke stasiun
lempuyangan,..saya ingat rencana awal perjalanan ini seharusnya tiba distasiun ini bukan di terminal giwangan, apa daya kehabisan tiket kereta
ekonomi di stasiun kiaracondong bandung, jadilah kami harus berimprovisasi,
meski meninggalkan sedikit tragedi dengan angkot di bandung! Sebuah pelajaran
yang harus terus kau ingat
Dan inilah ternyata stasiun lempuyangan.. kawasan
Lempuyangan yang merupakan wilayah yang sangat strategis. keberadaan Stasiun
Lempuyangan sebagai pintu gerbang kawasan serta adanya jalan layang lempuyangan
yang memperlancar arus transportasi menjadi magnet berbagai aktivitas di
kawasannya sehingga muncul lah berbagai
fasilitas komersial dan jasa yang menjadikan kawasan Stasiun Lempuyangan
cenderung berkembang pesat..dampaknya kemacetan, menjamurnya parkir liar yang
cukup mengganggu hak pengguna jalan, lingkungan menjadi kotor dengan banyaknya
sampah-sampah karcis parkir yang berserakan di pinggir jalan. Masalah
berikutnya PKL, terlihat di sepanjang ruas jalan Lempuyangan, menimbulkan kesan
kumuh. Selain itu, warung warung
yang juga tumbuh melebar ke
pedestrian telah menggusur area pejalan kaki. mayoritas pejalan kaki di sekitar
stasiun Lempuyangan adalah pengguna jasa kereta api. Fasilitas pedestrian
sebenarnya sudah di sediakan tetapi karena adanya parkir liar baik motor maupun
mobil dan kios-kios pedagang kaki lima yang menempati pedestrian itu membuat
pejalan kaki memilih melewati jalan utama ketimbang lewat trotoar.
saya pernah dimarahi
ibu ibu depan stasiun, sebab duduk depan
warung kumuhnya, nunggu antrian tiket..dia marah sebab saya tidak jajan
diwarungnya..
“mas..ini warung,
bukan ruang tunggu, kalo mas nya mau duduk disini, ya mesti jajan dulu”
mulutnya
miring miring, matanya melotot seakan ingin menguyahku..saya mengalah dan beli
air mineral, dan air mineralnya ketinggalan diwarung sebab terburu buru
mengejar antrian..ah mengingatnya benar benar menyebalkan seolah tak ada ruang
didunia ini selain materi yang jadi tujuan, salah duduk dimintai duit, salah
jalan diminta duit, kencing, numpang isi ulang ponsel kena duit juga,bahkan sholat di musola pun di
suruh bayar..sedemikian kerasnya hidup sampai manusia begitu materialistis
dibuatnya..
membludaknya calon penumpang dengan berbagai tujuan membuat
antrian panjang di loket! Tapi tak perlu berdiri, ruang tunggu stasiun cukup
luas dengan banyak tempat duduk, dan dilayar lcd tv yang cukup besar kita bisa
memonitor nomor antrian kita, lengkap dengan panggilan operatornya..cukup
teratur, bahkan sangat teratur, cenderung rumit dengan semua prosesnya, dimulai
dengan mengambil dua nomor antrian di mesin pencetak nomor antrian, tinggal
menekan tombol lalu keluarlah nomor
antriannya..satu untuk layanan konsumen seperti menanyakan jadwal, rute, harga
dan ketersedian tiket, dan nomor antrian lainnya untuk membeli tiket di loket..tidak cukup sampai disitu, kau harus mengisi formulir berisi data data
calon penumpang maksimal empat orang untuk satu formulir, seperti no ktp, nama
kereta, jadwal keberangkatan, kota asal dan tujuan dll, sebaiknya bawa pulpen
sendiri, kau tak kan mau menghabiskan waktu menunggu antrian pulpen..formulir
ini nantinya diberikan kepada petugas loket dan petugas loket akan mencetak
tiket untuk kita, selesai..belum juga..kertas tiket yang kau dapat dari loket
ada kode batangnya, gunanya untuk check
in mendapatkan boarding pass, caranya tempetkan kode batangnya ke mesin
pembacanya, dan di layar monitor akan muncul data kita dan perintah cetak..klik
cetak maka boarding passmu akan keluar dari mesin printer..warnanya oranye
oranye begitu..dan kertas oranye inilah yang akan di periksa petugas saat akan
naik dan didalam kereta nanti.. lebih runyam daripada naik pesawat! Dan seperti
inilah jogja, di stasiun senen Jakarta cukup antri, bayar duit dapat kertas
oranye yang kemudian hari saya baru tau namanya boarding pass! Berangkat..!
Butuh setengah hari mengantri tiket,,benar benar
buang waktu, saya dapat antrian no 74 bisa di bayangkan seperti apa rasanya,
ada juga yang no antriannya 130,,parah! Sebenarnya ada cara lebih efektif menghemat waktu, beli
tiket di situs resmi PT KAI via internet, tinggal klik bayar di atm, dapat
e-ticket, lalu print tiketnya,, selesai! Tak perlu antri macam di pangkalan
minyak tanah.. tapi kendalanya, beli di internet mesti dua hari sebelum
keberangkatan, tidak bisa pesan pas hari H nya, sementara perjalanan kami
tidak bisa dipastikan kapan tiba, dan kapan akan berangkat, jadi kami
tidak mau ambil resiko tiket hangus sebab sesuatu dan lain hal! Tak apa lah
yang penting tiket sudah diamankan! Besok pagi berangkat pukul 07;00, KA SRI
TANJUNG tujuan ahir stasiun banyuwangi baru seharga Rp 94.000,- ..sekarang saya mesti terburu buru kembali ke
penginapan sebab ini hari jumat saya harus mempersiapkan diri untuk menunaikan
sholat jumat, dan mencari masjid disekitar kawasan sosrowijayan..![]() |
| semerawut |
Selepas jumat, siang yang terik, pakaianyang tadi pagi saya
cuci kering dengan sempurna, lumayan sedikit menghilangkan baunya yang masam,
saya memutuskan akan mengunjungi destinasi yang sekian lama saya simpan dalam
daftar tempat yang ingin saya kunjungi, adalah candi prambanan, tak kalah
eksotis dengan saudara tua nya candi Borobudur, sebab mereka berdua di bangun
dalam kurun waktu yang berdekatan! Seperti biasa naik Trans Jogja rute 1A jurusan
terminal prambanan, berbeda dengan bus trans jogja jurusan lainnya, bus yang
ini masih baru, catnya biru, seperti trans bandung! Nyaman sebab ac nya masih baru, tidak seperti bus trans
jogja hijau kuning yang terlihat sudah tua! Mungkin sebab ini
melayani rute penting melewati bandara adi sucipto dan candi prambanan yang adalah
tujuan utama pariwisata jogja..ada saja turis asing yang akan kau temui saat
menaiki rute ini,,tentunya ke candi prambanan..
Sampai terminal prambanan cukup jalan kaki sebab tidak
terlalu jauh lokasi candi, gapura selamat datangnya pun sudah kelihatan, tetapi menyeberang harus hati hati, melewati jalan raya dua jalur yang ramai kendaraan,
truk truk besar dan macam macam mobil dengan kecepatan tinggi, terkadang harus
menunggu cukup lama hanya untuk dapat kesempatan menyeberang..
memasuki kawasan
candi disambut dengan taman yang luas, dengan rindang pepohonan, tempat
parkirnya juga luas! Menuju loket bayar tiket Rp 30.000 dan ramai manusia dari segenap penjuru dunia berkunjung
ke candi ini! Menelusuri jalanan kecil
yang sudah diaspal, dipagari pepohonanan rindang serta hijau rerumputan
terhampar rapi, tak berapa jauh berjalan sampai lah di pelatarannya dan sang
putri roro jonggrang dengan cantiknya, anggun menawan menyambut
kedatanganmu,,tegak menjulang , ramping benar benar cantik rupanya, sejenak saya
merasa menjadi bandung bondowoso yang
terpukau akan kecantikan tak terperi dari sosok sang putri roro jonggrang dan
dibutakan cinta sehingga menerima syarat apapun yang diajukannya demi
mempersunting sang putri , meski harus
membangun seribu candi dalam semalam, mahar pernikahan yang sangat mustahil,
tapi tidak bagi bandung bondowoso yang
sedang dimabuk cinta..
dan legenda menceritakan tegaknya monumen ini, langsing
dan menjulang setinggi 47 meter membuat kecantikan arsitekturnya tak
tertandingi..simbol cinta yang terkhiati kebencian kemudian berubah menjadi
angkara murka..demikianlah legendanya dituturkan dari mulut ke mulut sebagai
dongeng pengantar tidur! Dan tidak sedikit di era digital sekarang orang yang masih percaya kutukan bandung
bondowoso masih bersemayam di candi ini, pasangan yang datang kesini akan
dipisahkan oleh semesta! Seperti penuturan ibu paruh baya yang bercerita
panjang lebar sepanjang perjalanan kereta kami ketika meninggalkan jogja,
bercerita tentang kehidupan keluarganya, anak anaknya dan perceraian dengan
suaminya setelah mengunjungi prambanan..![]() |
| candi prambanan |
Candi ini terletak 17 kilometer dari pusat kota Yogyakarta memiliki
3 candi di halaman utama, yaitu Candi Wisnu, Brahma, dan Siwa melambangkan
konsep Trimurti agama Hindu. Ketiganya menghadap ke timur. Setiap candi punya satu
candi pendamping menghadap ke barat, Nandini untuk Siwa, Angsa untuk Brahma,
dan Garuda untuk Wisnu. juga masih terdapat 2 candi apit, 4 candi kelir, dan 4
candi sudut. Sementara, halaman kedua memiliki 224 candi.. Memasuki candi Siwa yang
bangunannya paling tinggi, ada 4 ruangan, ruangan utama berisi arca Siwa, 3
ruangan yang lain berisi arca Durga (istri Siwa), Agastya (guru Siwa), dan
Ganesha (putra Siwa). Arca Durga inilah yang dikenal sebagai Roro Jonggrang
dalam legenda yang saya ceritakan tadi..
Ada cerita menarik tentang cani prambanan, dimana ada sebuah
candi dekat Candi Wisnu yang namanya candi garuda,ber kisah tentang sosok
manusia setengah burung yang bernama Garuda. Garuda merupakan burung mistik
dalam mitologi Hindu yang bertubuh emas, berwajah putih, bersayap merah,
berparuh dan bersayap mirip elang..dari sinilah asal muasal awal mula lambang NKRI,
candi prambanan adalah inspirasi lambang Negara Indonesia..menjadikan candi ini
sangat penting bagi sejarah republik ini..disekitar prambanan ternyata ada
banyak candi candi tua, yang terkenal adalah candi ratu boko, sayang nya saya
tidak punya kesempatan untuk mengunjunginya, sebab kekurangan informasi, Untuk
mencapai Ratu Boko ternyata ada shuttle bus yang disediakan oleh pihak Taman
Wisata Candi, Shuttle bus ini gratis bila kita membeli tiket terusan Candi
Prambanan dan Istana Ratu Boko, Rp 45.000..sayang
seribu kali sayang..yang jaga loket juga tidak menawari saya tiket terusannya..
Tapi tak apalah candi prambanan saja sudah
membuat kami terkagum kagum akan kecantikan arsitekturnya, takjub akan pesona
yang ditawarkannya, bahkan puing puingnya pun menawarkan eksotisme dari masa lalu, roman sejarah kebijaksanaan
para raja. meski ribuan tahun terkubur abu merapi, namun puingnya adalah jejak
kehidupan, tak lekang oleh waktu, tak pudar dipapar masa, terpatri dihati para
pencinta..![]() |
| kuil cinta yang terkutuk |
senja berlalu, matahari menari di celah pahatan, semburat
merah di cakarawala memahat senja bak lukisan para dewa..setangkup rindu dalam
asa, terpatri dalam senyuman..aduhai engkau penakluk cintaku, biar kupahat namamu dalam parasati,
lalu ku kubur dipusara hati...







ConversionConversion EmoticonEmoticon