MENUJU KOTA RAJA
“mas..mas bangun mas, udah nyampe..ada kecelakaan didepan, korbannya tewas..”
Pagi buta suara itu membangunkanku, rupanya sopir bus yg
budiman, maksud saya nama busnya budiman, cukup terkenal dan punya reputasi
diwilayah selatan pulau jawa, kata orang orang ini bus teraman dari kejahatan
copet dan sejenisnya..
Masih dengan kantuk yang sangat, coba mengumpulkan sisa sisa
nyawa yg masih bersemayam dialam mimpi, pandangan rasanya masih berkunang sebab
baru saja terlelap sudah terbangun lagi, 11 jam perjalanan darat dengan bus,
dengan trek yg terkadang ekstrim sekali waktu menanjak kemudian turun, kemudian
nanjak lagi dan tak terhitung tikungan tajam yg kerap membangunkan ku dari alam
bawah sadar yg baru saja ingin menyeretku terlelap, mungkin seperti itulah
suasana perjalanan dalam bus malam kurang lebih 11 jam menempuh jalur selatan
yg ekstrim! Dan disinlah kami
“ini joga pak?”
saya memastikan sambil mengucek mata, membaca situasi sekitar, ternyata bus
sudah sepi, tinggal tersisa kami saja yang ternyata ketiduran
“ia..dah nyampe jogja,
depan sana terminal giwangan..”
Meninggalkan bus, ternyata benar saja, keramaian yang tak
biasa mnyambut kami pagi buta di terminal giwangan, ramai orang menonton
kecelakaan, ada yang memfoto, ada yg merekam videonya dengan smartphone, dan
banyak lagi yang berjingkat jingkat sebab terhalang kerumunan penonton didepannya, ingin melihat lebih jelas korban, juga banyak aparat mengamankan area
kecelakaan, korban adalah lelaki paruh
baya mengendarai sepeda motor smash yang terpuruk di bawah bus damri, tergeletak
kaku depan bus yang ditabraknya,tentu saja tewas mengenaskan,sepertinya
kepalanya pecah, darah kental menggenang diaspal, tidak begitu jelas, hanya
hitam saja tersamar cuaca subuh yang terang terang tanah..benar benar
pemandangan yang getir untuk disaksikan, dan kedatangan kami dikota ini
disambut suasana horror kematian seperti ini, jangan sampai ini merusak suasana
hati kami juga..
Dan disinilah kami, dipusatnya tanah jawa dengan segala
keksotisannya, dengan kemistisannya, dan tentu saja dengan keotentikan
budayanya, gunung merapi diutara, laut selatan di selatan seolah penjaga
keharmonisan dan keseimbangan kehidupan rakyatnya,..kau ingin melihat jawa yg
sesungguhnya datanglah ke jogja dimana adat menjadi falasafah kehidupan..
Terminal giwangan pagi hari, bus bus dari berbagai daerah
dipulau jawa terus berdatangan sebab memang ini terminal bus utama di kota
Yogyakarta yang melayani antar kota antar propinsi! Memasuki terminal banyak
juga penumpang yang sedang istirahat menunggu bis mereka berangkat,dimusola,
diwarung warung, sempat dingatkan tukang becak depan terminal selalu waspada
copet didalam terminal! Ku pikir Hanya sebentar menunggu pagi lebih terang,
sembari mengecas ponsel, memesan kopi mungkin, dan membeli air mineral! Saya
baru tau ternyata mengisi ulang daya ponsel dikenakan biaya rp 2000, toilet
bayar rp 2000! Tertera jelas tarifnya di tempel
didinding kaca warung ini, bahkan tadi selepas sholat subuh, di musola
depan terminal, saya disuruh bayar rp 2000! Ah betapa kerasnya hidup, betapa
materialistis manusia dibuatnya,benar benar tak ada yang gratis, bahkan untuk
beribadah!
Sepertinya hari sudah lumayan terang, kulihat di ponselku
pukul 5;30..hal pertama yg selalu jadi prioritas adalah mencari penginapan,
terlalu berat ransel ini jika mesti di bawa kemana mana, untuk itulah kita
butuh penginapan, tentu saja tempat untuk tidur malam ini! Sebaiknya chek in
dari pagi sebab bisa check out tengah hari keesokan harinya, pengalaman dibandung
check in lewat tengah malam besoknya sudah harus angkat kaki dari penginapan
sebelum pukul satu siang..untuk itulah saya menunggu pagi dan istirahat sejenak
di terminal..tanya tukang becak depan terminal dimana penginapan murah, dengan
penuh semangat mereka siap mengantar! Jadilah kami penumpang pertama hari ini,
mungkin pertama kalinya naik becak, dijogja tentunya..kota yg juga untuk
pertama kalinya kami kunjungi..ini perjalanan yg cukup jauh menurut saya, ada
perasaan aneh yg tak bisa kau gambarkan, semacam campuran perasaan bahagia,
bebas, bangga, rasa tak percaya, dan ketakutan,, membayangkan sesuatu yang
buruk akan menimpamu, dan sejauh ini bisa kami atasi..ini pertama kalinya kau
begitu jauh meninggalkan rumah..sejenak saya tertegun menekuri jalanan kota
jogja dipagi yang lengang, seiring lantun lirih becak yang tertatih dikayuh
sang bapak! Entah becaknya yang terlalu lamban atau memang jaraknya memang
jauh, terasa lama sekali untuk sampai ke tujuan, tapi bukan masalah, saya
menikmatinya, setidaknya untuk pagi yang
masih segar ini, belum tercemar asap kendaraan!
![]() |
| pagi buta di giwangan |
Ternyata penginapannya di kawasan yang bernama prawirotaman,
kata tukang becaknya disinilah banyak terdapat hotel murah, dan saya percaya
saja, semoga bukan sirik namanya percaya selain tuhan! Tukang becaknya pergi
setelah deal bayar ongkosnya dua puluh ribu, cukup pantas, atau mungkin terlalu
murah, tak tahulah, ini pengalaman pertama naik becak, ada perasaan berdosa,
kau tau maksudku kan? Kita duduk didepan dengan nyamannya, sementara
dibelakangmu tukang becaknya berjuang sekuat tenaga melawan gravitasi yang
dihasilkan dari berat badan mu dan teman mu ditambah beban ransel mu dan ransel
temanmu, liat penderitaan diwajahnya, ringkih nafasnya, dan butiran keringat
membuat basah pakaian rombengnya, yang sabar pak dalam hati membatin benar
benar pekerjaan yang berat! Pelajaran moralnya jangan pernah naik becak, jika
kau punya kelebihan berat badan, itu akan menzolimi si tukang becak, lebih
bagus suruh tukang becaknya di depan dan kau kayuh di belakang!
Tapi dikemudian
hari banyak tukang becak di kota ini
berubah jadi begitu menyebalkan, mereka tidak mengerti kalimat penolakan, lebih
tepatnya tidak mau mengerti bahwa kita sedang tidak ingin naik becak, cenderung
memaksa dan itu sangat tidak nyaman! Ada tukang becak yang terus membuntuti
saya sampai begitu jauh, sembari menawari becaknya, begitu jauh mungkin ratusan
meter, sampai saya tiba di halte bus barulah dia menyerah, padahal saya ingin
dia terus mengikuti saya sampai saya naik bus, dan mengejar bus saya..diwaktu
yang lain pagi pagi dia sudah ada didepan penginapan, sengaja menunggu kami
keluar..dan sepertinya adegan kemarin akan terulang lagi, tapi sudahlah saya menyerah, tidak enak hati rasanya, iba
juga, saya takluk dengan kegigihannya, pantang menyerahnya..yang terpenting
saya tak ingin diganggu celotehnya sepanjang pagi, yang berpotensi merusak
suasana pagi yang menyenangkan ini..jadilah saya minta diantar ketempat makan
khas jogja! Dari awal saya berniat sekali mencoba makanan ini, seperti apa
rasanya!
Saya diantar si tukang becak ketempat makanan
khas jogja paling terkenal di kota ini, .adalah warung gudeg yu
djum, terkenal sudah dikelola dari generasi sebelumnya, tentunya
gudegnya enak bisa eksis melintasi dekade yang panjang..ternyata gudeg itu
adalah nangka muda yang diracik menjadi makanan enak, rasannya manis mau yang
pedas juga ada, Satu porsi Gudeg Yu Djum berisi nasi, gudeg plus areh kental,
sambal krecek dan lauk. Lauknya bervariasi tergantung keinginan Anda. Ada telur
rebus yang sudah dibumbui, tahu, tempe, suwiran daging ayam, ampela ati,
potongan bagian tubuh ayam seperti kepala, dada, paha atas, dan sebagainya.
Ayam yang digunakan sebagai lauknya adalah ayam kampung dan telur yang
digunakan adalah telur bebek. Penggunaan ayam kampung dan telur bebek ini
menghasilkan rasa yang lebih gurih dan nikmat. Satu porsi gudeg lauknya telur
dengan minumnya air mineral botol
harganya Rp 15.000..keluar warung gudeg ternyata becak yang tadi sudah siaga
didepan warung, rupanya sedari tadi dia menunggu kami selesai makan..lagi lagi
tak tega menolaknya..pulang ke penginapan kena dua puluh ribu..untuk sarapan
saja kami menghabiskan Rp 40.000 bayar becak, orang jogja benar benar gigih dan
pantang menyerah..
![]() |
| gudegnya enak, tempatnya nyaman |
Dan kemudian saya memutuskan untuk tidak menggunakan becak,
dan mengabaikan tawaran tawaran tukang yang berseliweran, sebagai pelancong dengan anggaran terbatas pilihan transportasi
dengan becak sama sekali bukanlah pilihan yang bijak, tapi ini jogja dimana
mana becak, disetiap sudut kota ada becak, sepertinya tidak ada angkot kota ini
dan benar saja sulit sekali menemui angkot di jogja..
Saya akan memilih trans jogja sebagai angkutan saya selama
di kota ini, Trans Jogja menjadi satu alternative alat transportasi yang bisa dibilang nyaman
karena ber AC. Trans Jogja mempunyai tempat pemberhentian berupa halte khusus
yang tersebar di beberapa tempat di Yogyakarta, sehingga tidak menaikkan dan
menurunkan penumpang di sepanjang rute namun hanya di halte halte tersebut,
beda dengan trans bandung yang berhenti dimana saja ada yang mau naik, mungkin memang
tak ada halte di bandung!..sangat teratur, mungkin seperti inilah transportasi
di Negara yang sudah maju, dan kita baru belajar untuk teratur..Operasional Bus
trans Jogja mulai dari jam 05.30 WIB sampai dengan Jam 21.30 WIB..dan yang
paling penting adalah tarifnya murah,
dengan Rp 3500,- kau bisa keliling jogja, dalam artian sebenarnya karena tidak
dikenakan biaya lagi jika ingin berganti bus ke tujuan berikutnya, asalkan
tidak meninggalkan halte..sejauh ini menurut saya jogja adalah kota terbaik
dengan trans jogjanya, petugasnya baik, ramah dan sangat membantu tentu saja
dengan aksen jawa yang sangat kental, saya jadi teringat si perempuan muda di
halte gambir, ah sedang apa dia..bermain game, terima telpon atau sedang online
di social media!
Hari pertama menjajal trans jogja tujuan saya adalah keraton,
bayar tiket Rp 3.500, gate pun dibuka petugas halte..dari kawasan prawirotaman
naik trans jogja 2A, didalam bus saya bingung ditanya kernet bus mau alun alun
utara atau selatan! Ternyata ada dua, dan saya turun di alun alun utara dan
benar saja jalan sedikit kau akan bertemu lapangan luas dengan dua beringin
ditengah tengah nya! Dari kejauhan terlihat gerbang keraton berwarna hijau
dengan atapnya yang berwarna merah..ah seperti yang saya lihat di foto foto
agen perjalanan..meyakinkan saya bahwa saya benar benar di jogja! Kawasan ini
ramai juga, banyak yang jualan, pakaian,
oleh oleh, juga banyak yang jual
kerajinan..sebagai area publik tempat ini juga ramai dikunjungi warga..anak
sekolah berolahraga, bermain bola dan tentusaja turis mancanegara yang tertarik
dengan budaya jawa didalam keraton.. sepertinya saya akan lebih sering bertemu
turis mancanegara disini, banyak juga backpacker hilir mudik di kota ini, menggendong ransel, depan
belakang, di trans jogja, di jalanan, di pasar pasar..sangat langka saya jumpai
di tempat asalku… jogja sangat bersahabat dengan pariwisata, kaya akan budaya,
alam serta sejarah panjangnya menjadi magnet bagi wisatawan dari seluruh dunia,orang
nya juga ramah ramah dan dengan senang hati menunjukkan arah, mengenai arah ada
sesuatu yang baru saya tau di sini, orang orang sini lebih terbiasa memakai
arah mata angin sebagai penunjuk arah, ke utara, selatan, barat atau timur,
sedikit membingungkan bagi anak melayu seperti saya di sini, setiap kali
bertanya jalan saya mesti merentangkan kedua tangan kemudian menghadap
matahari, jika pagi hari artinya
matahari didepanmu adalah timur, kanan mu adalah selatan, sebelah kiri utara,
dan dibelakangmu adalah barat.keadaannya akan berbalik jika sore hari..dan akan
sangat membingungkan jika kau Tanya arah di malam hari, kau harus punya
kompas..mungkin ini sebab orang jogja sangat terpelajar..ditempat asal ku tanah
melayu, lebih praktis, orang melayu tidak mau pusing dengan arah mata angin,
untuk menunjuk arah mereka Cuma punya dua kata kiri atau kanan..
”kalau kau sudah sampai simpang tiga, belok kiri lurus
ketemu jembatan ada simpang belok kanan, dak jauh ada surau dekat sungai kau
belok kanan, lewat kuburan cina ada pom bensin,,dekat situlah tempatnya..” dan
satu lagi, orang melayu lebih suka menyebut nama bangunan atau gedung untuk
menunjuk jalan, seperti depan spbu, belakang rumah sakit, samping
kuburan,seberang masjid, bank dll..
![]() |
| rute trans jogja ditempel disetiap halte |
Alun alun utara ini adalah bagian belakang dari keraton, Bangunan
utama adalah Bangsal Pagelaran. Pada zamannya Pagelaran merupakan tempat para
penggawa kesultanan menghadap Sultan pada upacara resmi, Sepasang Bangsal
Pemandengan terletak di sisi jauh sebelah timur dan barat Pagelaran. Dahulu
tempat ini digunakan oleh Sultan untuk menyaksikan latihan perang di Alun-alun
Lor. dan yang kulihat tadi adalah pintu belakangnya, tapi bisa juga masuk sekedar melihat lihat, pintu
masuknya agak tersembunyi, di sebelah kanan gerbang cat hijau tadi, dekat
banyak jualan pakaian dan kaos khas jogja, masuk beli tiket harga Rp 5.000,-
bisa sepuasnya melihat lihat bagian belakang keraton, ada pendopo luas, ada
banyak bangunan bangunan seperti bangsal atau apalah ada patung patung yang disimpan
dalam bangunan samping pendopo, semacam diorama yang menggambarkan prosesi
adat, prajurit keraton dan lainnya, dari jendela kacanya kita bisa lihat
koleksi patung yang beraneka ragam dari mulai putri raja, kerabat kerajaan,
ratunya dan banyak lagi..dibagian lain ada dekat tangga untuk naik ke area yang
lebih tinggi dari keraton ini ada patung abdi dalem sedang bersila dengan
tulisan “dilarang duduk disini”, menaiki tangga kau akan mendapati pendopo
lagi, cukup luas, ditengahnya terdapat balai kayu entah untuk apa, dan tidak
boleh kesana, seputar pendopo ini telah dipagari tali sebagai tanda dilarang
masuk
Dibagian atas sini lebih nyaman, tempatnya rimbun banyak
pohon tua, banyak tempat istirahat dan juga bersih..ada yang menarik
perhatianku..ada ayam jago dengan bulu emas berkilapnya dipajang didalam
sangkar burung, sesekali si jago berkokok menunjukkan kejantanannya kepada para
pengunjung..jalan terus kebelakang ada lagi bangunan berdinding kayu, juga ada
berandanya, didalamnya tersimpan benda benda klasik peninggalan keraton, ada
keris, tombak, lukisan, cermin, dan yang jadi pusat perhatian ada kereta kuda,
keretanya saja tidak ada kudanya, terbuat dari kayu terlihat sangat antik,
mungkin pernah jadi kendaraan keluarga kerajaan..sepertinya ini bangunan
terahir untuk area ini, tak ada lagi yang harus dilihat sebab menuruni tangga
hanya akan bertemu tembok tinggi dengan pintu gerbang besi yang terkunci,
katanya itu pintu menuju bagian depan keraton dan wisatawan tidak bisa melewati
pintu itu harus keluar keraton dan mengambil jalan memutar..
Sekilas tentang keraton..berawal setelah Perjanjian Giyanti, Pangeran
Mangkubumi membangun keraton sebagai pusat pemerintahan Kasultanan
Ngayogyakarta Hadiningrat. Pangeran Mangkubumi yang kemudian bergelar Sultan
Hamengku Buwono I membangun keraton di tengah sumbu imajiner yang membentang di
antara Gunung Merapi dan Pantai Parangtritis. kompleks bangunan keraton ini
masih berfungsi sebagai tempat tinggal sultan dan rumah tangga istananya yang
masih menjalankan tradisi kesultanan hingga saat ini. Secara fisik istana ini memiliki
tujuh kompleks inti yaitu Balairung Utara, Kamandhungan Utara, Sri Manganti,
Kedhaton, Kamagangan, Kamandhungan Selatan, dan Balairung Selatan. Selain itu
Keraton memiliki berbagai warisan budaya baik yang berbentuk upacara maupun benda-benda
kuno dan bersejarah. Di sisi lain, Keraton juga merupakan suatu lembaga adat
lengkap dengan pemangku adatnya. Oleh karenanya tidaklah mengherankan jika
nilai-nilai filosofi begitu pula mitologi menyelubungi Keraton Yogyakarta. Dan
yang paling hebat istana ini dirancang sang raja sendiri..sultan HB pertama..
![]() |
| dibalik tembok istana |
Jalan sekitar 500 meter selatan keraton, ada kawasan
terkenal yang disebut taman sari, istana air semacam tempat peristirahatan raja
raja jawa dimasanya.. Gemericik air, keindahan arsitekturnya yang kuno, dan
pemandangan klasik membuat Taman Sari sangat eksotis..Lorong-lorong bawah tanah
dan bangunannya menjadikan Taman Sari penuh rahasia yang akan terus dikuak.
Bagian yang saya suka adalah berjalan di lorong bawah tanah berbentuk seperti
pintu masjid , hanya dengan penerangan cahaya matahari yang menerobos dari
atas, benar benar magis..seolah kau sedangmelintasi lorong waktu yang membawamu
kemasa dua ratus tahun silam dan kau adalah rajanya, diujung lorong diantara
gemeicik air, diantara taman taman bunga aneka warna, terdengar riang tawa
renyah , canda tawa para selir diantara kecipak bunyi air, sayup sayup antara
terdengar antara tidak, dan mereka menunggumu..maksud saya menunggu raja
mereka! Untuk bergabung bersama mereka bermain air..ah membayangkan nya saja
sangat menyenangkan menjadi raja..kabarnya sultan akan memilih selirnya disini,
selir yang terpilih untuk menghangatkan tempat tidur sultan..
Masuk komplek ini bayar tiket Rp 5000, ada tambahan biaya saat bawa peralatan fotografi, letaknya
tepat ditengah kepadatan pemukiman penduduk, berulang kali saya tersesat dan
Tanya sana sini untuk menemukan pintu masuknya yang memang tersembunyi,
sebaiknya memang sewa pemandu warga lokal yang banyak menawarkan diri di depan
komplek, agar tidak buang waktu mencari pintu masuk..Di kompleks ini terdapat
tempat yang masih dianggap sakral, yakni Pasareyan
Ledoksari tempat peraduan Sultan. ada
Sumur Gumuling sebuah bangunan bertingkat dua dengan lantai
bagian bawahnya terletak di bawah tanah. Pada masa lampau, bangunan ini
merupakan semacam surau tempat sultan melakukan ibadah. Bagian ini dapat
dicapai melalui lorong bawah tanah. Di bagian lain masih banyak lorong bawah
tanah yang lain, yang merupakan jalan rahasia, untuk situasi darurat jika musuh
menduduki istana, seperti jalan keluar
istana troya, saat tentara yunani membumi hangus kan troya..wow, saya suka
dengan tempat ini, keren, ada banyak rahasia, mungkin masih ada lorong yang
belum ditemukan, tapi sudahlah mungkin hanya fantasiku saja yang sudah
terkontaminasi holywood..Sekarang kompleks Taman Sari hanya tersisa sedikit
saja, tak berdaya melawan lindasan zaman, puing puingnya bercerita tentang
keemasan masa lalu..
Meninggalkan taman sari saya kembali ke alun alun utara berjanji dengan seorang teman untuk mengunjungi Borobudur!
Lokasi tepatnya Kandang Macan ..terdengar
menyeramkan, biar greget, padahal macannya sudah tidak ada sejak lama tinggal
kandangnya saja, letaknya disudut timur alun alun utara dekat pohon beringin,
disini ada tempat semacam kabin seadanya dan bisa mengisi ulang gadgetmu dan
tentu saja bayar Rp 2000, barulah
bisa menelpon teman janji bertemu disini..
![]() |
| temboknya kusam berjamur dan mengelupas |
untuk menuju Borobudur naik
trans jogja 2b tujuan terminal jombor, jauh juga sebab trans jogjanya
mutar mutar dulu, padahal jarak terpendeknya sekitar 7 kilometer, sampai
terminal jombor sekitar tengah hari, makan siang diterminal lanjut naik bis
lagi, tiket bisnya Rp 20.000, saya tidak tahu kemana tujuan
ahir bis ini, yang saya tau tidak semua wajah wajah ini bertujuan ke Borobudur,
ah tiba tiba saya menjadi pengamat
manusia, setidaknya diperjalanan ini,, ada juga tiga orang perempuan kulit
putih yang saya ingat juga menaiki trans jogja yang sama dengan kami tadi, kalau orang asing ini jelas sekali tujuan
mereka Borobudur tak perlu ditanya lagi, bus penuh sesak, tidak kebagian tempat
duduk,masih untung kebagian tempat berdiri, sepanjang jalan bus terus berhenti untuk menambah
atau menurunkan penumpang, penat rasanya berdiri sebab jauh sekali perjalanan
ini, lebih dari 30 km, keluar wilayah
pemprov Yogyakarta, memasuki magelang jawa tengah..sesuatu yang tidak saya
perkirakan sebelumnya!
Dari awal dimulainya perjalanan ini, direncana perjalanannya sama sekali tidak ada
rencana menggunakan angkutan umum, kami berniat menyewa sepeda motor untuk
lebih leluasa mengeksplorasi kota tujuan, akan tetapi di menit terakhir
keberangkatan berubah, sebab baru sadar tak seorangpun dari kami yang punya sim
C untuk sepeda motor, teman saya punya simA untuk mobil itupun kadaluarsa,,dan sepanjang kota kota yang kami
kunjungi ramai terdapat razia tertib lalu lintas, bahkan baru tadi pagi kami
saksikan razia besar di depan halte taman pintar, banyak pengendara motor
terkena pelanggaran lalu lintas dan ditilang! Dan tentunya kau tak ingin jadi
salah satu diantara mereka kan! Sejenak saya merasa ini keputusan bijak..
Bus berhenti disebuah terminal, saya tidak tau nama
terminalnya, mungkin ini terminal Borobudur, semua penumpang yang ingin ke
candi Borobudur turun disini, dan benar saja turun dari bus banyak tukang
becak, delman, ojek dan saudara saudaranya menawarkan jasa untuk mengantar ke
candi, kisaran harganya mulai Rp 20.000,
sampai angka yang sulit diterima akal sehat! Dan kami menolaknya, setelah
melihat tiga gadis cantik kulit putih yang dibus tadi dengan santainya
memutuskan berjalan kaki menuju candi, saya merasa sangat termotivasi dan
percaya atau tidak jalan mereka cepat sekali, seperti tak merasakan letih!
rasanya sulit sekali mengejar mereka dengan jalan biasa, kau harus berlari
ditengah terik matahari pukul satu siang,,ah rasanya tidak! Mungkin jalan saya
yang terlalu lamban..
setelah jalan cukup jauh ditengah panas terik dari terminal
bus tadi, Memasuki areal taman candi,
terasa sejuk, tamannya luas rindang
benar benar nyaman menyusuri di jalanan
setapaknya, dikawasan ini juga ada pasar oleh oleh, pasarnya besar juga dengan
banyak lapak pedagang, jual pakaian, kerajinan, ukiran dan aneka kreatifitas
lokal lainnya, makanan juga tersedia, sewa payung juga ada,,lengkap lah
sebaiknya kau beli oleh oleh disini, ada
yang jual kaos gambar Borobudur seharga Rp
50.000 untuk enam potong, itu harga terbaik yang bisa kau dapatkan di
seantero jagat raya ini, dan jangan lagi kau tawar, kau menzolimi pedagangnya,
di malioboro kaos seperti ini paling murah Rp
15.000… menuju loket kau bisa beli tiket seharga Rp 30.000 ,merasa terlalu murah, punya banyak duit silahkan ke
loket untuk wisatawan mancanegara, tiketnya sampai ratusan ribu katanya! dan akan
mendapatkan lembaran tiket yang ada kode batangnya, digunakan untuk di tempel
di mesin gerbang masuk areal taman candi Borobudur..dan setapak demi setapak kami
semakin dekat, namun belum terlihat sebab rindangnya pepohonan,,perlahan dari
balik rindang dedauanan sang masterpiece mulai terlihat mahkotanya,kami
tercekat akan megahnya, mewahnya,
bercita rasa seni tingkat tinggi aura kebesarannya mulai terasa menyelimuti
kami yang terkagum kagum dibuatnya, seolah pandangan mata terhipnotis dan tak
bisa berpaling dari sang mahakarya..
![]() |
| situs warisan dunia, salah satu dari 7 keajaiban dunia |
inilah Borobudur sebuah candi Buddha, yang diarsiteki oleh Gunadharma, tentunya dia sangat jenius, bisa
membangun mahakarya termegah yang menuai decak kagum seantero dunia, benar
benar indah..dibangun antara abad 8 sampai abad ke 9 masehi, sepertinya kita
akan berkunjung ke negeri dengan masa 1200 tahun silam, dimasa kerajaan mataram
kuno..Pembangunan candi ini dimulai pada masa Maha Raja Sri Sanggramadananjaya,
dilanjutkan oleh putranya, Samarattungga, dan diselesaikan oleh cucu
perempuannya, Dyah Ayu Pramodhawardhani…yap ratusan tahun lamanya pembangunan candi ini,
jangan kau kira macam bangun kontrakan selesai dalam waktu singkat, ini karya
seni tingkat tinggi yang dipersembahkan untuk para dewa..dan disini tempatnya
kau bisa memperdalam spiritualitas mu.. Borobudur adalah kuil yang juga salah satu monumen Buddha terbesar di dunia, terdiri
atas enam teras berbentuk bujur sangkar yang diatasnya terdapat tiga pelataran
melingkar, pada dindingnya dihiasi panel relief yang merupakan koleksi relief Buddha terlengkap dan terbanyak
di dunia (Pembacaannya cerita-cerita relief ini dimulai, dan berakhir pada
pintu gerbang sisi timur di setiap tingkatnya, bergerak searah jarum jam,
dimulai dari sebelah kiri dan berakhir di sebelah kanan pintu gerbang yang
terletak di bagian timur).. 10 tingkat Borobudur menggambarkan filsafat budha. 6 tingkat
berbentuk bujur sangkar, 3 tingkat berbentuk bundar melingkar dan sebuah stupa
utama di puncaknya. Bagaikan sebuah kitab, Borobudur menggambarkan 10 tingkatan
Bodhisattva yang harus dilalui untuk mencapai kesempurnaan menjadi Buddha.. dimulai
dari ranah hawa nafsu, yaitu dunia yang masih dikuasai oleh hawa nafsu,
dilanjutkan dengan ranah berwujud, yaitu dunia yang sudah dapat membebaskan
diri dari nafsu, tetapi masih terikat oleh rupa dan bentuk Dan terakhir ranah
tak berwujud, yaitu dimana manusia sudah terbebas dari segala keinginan dan
ikatan bentuk dan rupa, namun belum mencapai nirwana. Disimbolkan lantai
berbentuk lingkaran. Patung-patung Buddha ditempatkan di dalam stupa yang
ditutup berlubang-lubang seperti dalam kurungan..
![]() |
| ransel butut kuajak kau mengunjungi sang budha |
hari telah senja, matahari tak segarang tadi, mungkin ia
sudah letih, langit mulai teduh dengan birunya
yang perlahan memudar, awan gemawan menaungi Borobudur, sementara terasa angin berhembus menelusup
celah celah stupa membelai wajah sang budha yang bersemedi di dalamnya! Sebuah senja yang
klasik diantara tumpukan arca kuno yang setua sejarahnya, aura kemegahan
masa lalu pun seolah terpampang nanar di matamu..kau baru saja menziarahi monumen
berusia lebih dari seribu tahun! Ah sebentar lagi matahari tenggelam , kita
harus kembali ke kotaraja (jogja)
sebelum gelap..selamat tinggal Borobudur,
mungkin aku akan mengunjungimu lagi suatu hari nanti..







ConversionConversion EmoticonEmoticon