Inter Island Trip 3 : JOGJA (bagian pertama)

MENUJU KOTA RAJA
mas..mas bangun mas, udah nyampe..ada kecelakaan didepan, korbannya tewas..”
Pagi buta suara itu membangunkanku, rupanya sopir bus yg budiman, maksud saya nama busnya budiman, cukup terkenal dan punya reputasi diwilayah selatan pulau jawa, kata orang orang ini bus teraman dari kejahatan copet dan sejenisnya..
Masih dengan kantuk yang sangat, coba mengumpulkan sisa sisa nyawa yg masih bersemayam dialam mimpi, pandangan rasanya masih berkunang sebab baru saja terlelap sudah terbangun lagi, 11 jam perjalanan darat dengan bus, dengan trek yg terkadang ekstrim sekali waktu menanjak kemudian turun, kemudian nanjak lagi dan tak terhitung tikungan tajam yg kerap membangunkan ku dari alam bawah sadar yg baru saja ingin menyeretku terlelap, mungkin seperti itulah suasana perjalanan dalam bus malam kurang lebih 11 jam menempuh jalur selatan yg ekstrim! Dan disinlah kami
“ini joga pak?” saya memastikan sambil mengucek mata, membaca situasi sekitar, ternyata bus sudah sepi, tinggal tersisa kami saja yang ternyata ketiduran
“ia..dah nyampe jogja, depan sana terminal giwangan..”
Meninggalkan bus, ternyata benar saja, keramaian yang tak biasa mnyambut kami pagi buta di terminal giwangan, ramai orang menonton kecelakaan, ada yang memfoto, ada yg merekam videonya dengan smartphone, dan banyak lagi yang berjingkat jingkat sebab terhalang  kerumunan penonton  didepannya, ingin melihat lebih jelas korban,  juga banyak aparat mengamankan area kecelakaan, korban  adalah lelaki paruh baya mengendarai sepeda motor smash yang terpuruk di bawah bus damri, tergeletak kaku depan bus yang ditabraknya,tentu saja tewas mengenaskan,sepertinya kepalanya pecah, darah kental menggenang diaspal, tidak begitu jelas, hanya hitam saja tersamar cuaca subuh yang terang terang tanah..benar benar pemandangan yang getir untuk disaksikan, dan kedatangan kami dikota ini disambut suasana horror kematian seperti ini, jangan sampai ini merusak suasana hati kami juga..
Dan disinilah kami, dipusatnya tanah jawa dengan segala keksotisannya, dengan kemistisannya, dan tentu saja dengan keotentikan budayanya, gunung merapi diutara, laut selatan di selatan seolah penjaga keharmonisan dan keseimbangan kehidupan rakyatnya,..kau ingin melihat jawa yg sesungguhnya datanglah ke jogja dimana adat menjadi falasafah kehidupan..
Terminal giwangan pagi hari, bus bus dari berbagai daerah dipulau jawa terus berdatangan sebab memang ini terminal bus utama di kota Yogyakarta yang melayani antar kota antar propinsi! Memasuki terminal banyak juga penumpang yang sedang istirahat menunggu bis mereka berangkat,dimusola, diwarung warung, sempat dingatkan tukang becak depan terminal selalu waspada copet didalam terminal! Ku pikir Hanya sebentar menunggu pagi lebih terang, sembari mengecas ponsel, memesan kopi mungkin, dan membeli air mineral! Saya baru tau ternyata mengisi ulang daya ponsel dikenakan biaya rp 2000, toilet bayar rp 2000! Tertera jelas tarifnya di tempel  didinding kaca warung ini, bahkan tadi selepas sholat subuh, di musola depan terminal, saya disuruh bayar rp 2000! Ah betapa kerasnya hidup, betapa materialistis manusia dibuatnya,benar benar tak ada yang gratis, bahkan untuk beribadah!

Sepertinya hari sudah lumayan terang, kulihat di ponselku pukul 5;30..hal pertama yg selalu jadi prioritas adalah mencari penginapan, terlalu berat ransel ini jika mesti di bawa kemana mana, untuk itulah kita butuh penginapan, tentu saja tempat untuk tidur malam ini! Sebaiknya chek in dari pagi sebab bisa check out tengah hari keesokan harinya, pengalaman dibandung check in lewat tengah malam besoknya sudah harus angkat kaki dari penginapan sebelum pukul satu siang..untuk itulah saya menunggu pagi dan istirahat sejenak di terminal..tanya tukang becak depan terminal dimana penginapan murah, dengan penuh semangat mereka siap mengantar! Jadilah kami penumpang pertama hari ini, mungkin pertama kalinya naik becak, dijogja tentunya..kota yg juga untuk pertama kalinya kami kunjungi..ini perjalanan yg cukup jauh menurut saya, ada perasaan aneh yg tak bisa kau gambarkan, semacam campuran perasaan bahagia, bebas, bangga, rasa tak percaya, dan ketakutan,, membayangkan sesuatu yang buruk akan menimpamu, dan sejauh ini bisa kami atasi..ini pertama kalinya kau begitu jauh meninggalkan rumah..sejenak saya tertegun menekuri jalanan kota jogja dipagi yang lengang, seiring lantun lirih becak yang tertatih dikayuh sang bapak! Entah becaknya yang terlalu lamban atau memang jaraknya memang jauh, terasa lama sekali untuk sampai ke tujuan, tapi bukan masalah, saya menikmatinya, setidaknya untuk pagi  yang masih segar ini, belum tercemar asap kendaraan!
pagi buta di giwangan
Ternyata penginapannya di kawasan yang bernama prawirotaman, kata tukang becaknya disinilah banyak terdapat hotel murah, dan saya percaya saja, semoga bukan sirik namanya percaya selain tuhan! Tukang becaknya pergi setelah deal bayar ongkosnya dua puluh ribu, cukup pantas, atau mungkin terlalu murah, tak tahulah, ini pengalaman pertama naik becak, ada perasaan berdosa, kau tau maksudku kan? Kita duduk didepan dengan nyamannya, sementara dibelakangmu tukang becaknya berjuang sekuat tenaga melawan gravitasi yang dihasilkan dari berat badan mu dan teman mu ditambah beban ransel mu dan ransel temanmu, liat penderitaan diwajahnya, ringkih nafasnya, dan butiran keringat membuat basah pakaian rombengnya, yang sabar pak dalam hati membatin benar benar pekerjaan yang berat! Pelajaran moralnya jangan pernah naik becak, jika kau punya kelebihan berat badan, itu akan menzolimi si tukang becak, lebih bagus suruh tukang becaknya di depan dan kau kayuh di belakang!
 Tapi dikemudian hari  banyak tukang becak di kota ini berubah jadi begitu menyebalkan, mereka tidak mengerti kalimat penolakan, lebih tepatnya tidak mau mengerti bahwa kita sedang tidak ingin naik becak, cenderung memaksa dan itu sangat tidak nyaman! Ada tukang becak yang terus membuntuti saya sampai begitu jauh, sembari menawari becaknya, begitu jauh mungkin ratusan meter, sampai saya tiba di halte bus barulah dia menyerah, padahal saya ingin dia terus mengikuti saya sampai saya naik bus, dan mengejar bus saya..diwaktu yang lain pagi pagi dia sudah ada didepan penginapan, sengaja menunggu kami keluar..dan sepertinya adegan kemarin akan terulang lagi, tapi sudahlah  saya menyerah, tidak enak hati rasanya, iba juga, saya takluk dengan kegigihannya, pantang menyerahnya..yang terpenting saya tak ingin diganggu celotehnya sepanjang pagi, yang berpotensi merusak suasana pagi yang menyenangkan ini..jadilah saya minta diantar ketempat makan khas jogja! Dari awal saya berniat sekali mencoba makanan ini, seperti apa rasanya!
Saya diantar si tukang becak ketempat makanan khas jogja paling terkenal di kota ini, .adalah warung gudeg  yu  djum, terkenal sudah dikelola dari generasi sebelumnya, tentunya gudegnya enak bisa eksis melintasi dekade yang panjang..ternyata gudeg itu adalah nangka muda yang diracik menjadi makanan enak, rasannya manis mau yang pedas juga ada, Satu porsi Gudeg Yu Djum berisi nasi, gudeg plus areh kental, sambal krecek dan lauk. Lauknya bervariasi tergantung keinginan Anda. Ada telur rebus yang sudah dibumbui, tahu, tempe, suwiran daging ayam, ampela ati, potongan bagian tubuh ayam seperti kepala, dada, paha atas, dan sebagainya. Ayam yang digunakan sebagai lauknya adalah ayam kampung dan telur yang digunakan adalah telur bebek. Penggunaan ayam kampung dan telur bebek ini menghasilkan rasa yang lebih gurih dan nikmat. Satu porsi gudeg lauknya telur dengan minumnya  air mineral botol harganya Rp 15.000..keluar warung gudeg ternyata becak yang tadi sudah siaga didepan warung, rupanya sedari tadi dia menunggu kami selesai makan..lagi lagi tak tega menolaknya..pulang ke penginapan kena dua puluh ribu..untuk sarapan saja kami menghabiskan Rp 40.000 bayar becak, orang jogja benar benar gigih dan pantang menyerah..
gudegnya enak, tempatnya nyaman
Dan kemudian saya memutuskan untuk tidak menggunakan becak, dan mengabaikan tawaran tawaran tukang yang berseliweran, sebagai pelancong  dengan anggaran terbatas pilihan transportasi dengan becak sama sekali bukanlah pilihan yang bijak, tapi ini jogja dimana mana becak, disetiap sudut kota ada becak, sepertinya tidak ada angkot kota ini dan benar saja sulit sekali menemui angkot di jogja..
Saya akan memilih trans jogja sebagai angkutan saya selama di kota ini, Trans Jogja menjadi satu alternative  alat transportasi yang bisa dibilang nyaman karena ber AC. Trans Jogja mempunyai tempat pemberhentian berupa halte khusus yang tersebar di beberapa tempat di Yogyakarta, sehingga tidak menaikkan dan menurunkan penumpang di sepanjang rute namun hanya di halte halte tersebut, beda dengan trans bandung yang berhenti dimana saja ada yang mau naik, mungkin memang tak ada halte di bandung!..sangat teratur, mungkin seperti inilah transportasi di Negara yang sudah maju, dan kita baru belajar untuk teratur..Operasional Bus trans Jogja mulai dari jam 05.30 WIB sampai dengan Jam 21.30 WIB..dan yang paling penting  adalah tarifnya murah, dengan Rp 3500,- kau bisa keliling jogja, dalam artian sebenarnya karena tidak dikenakan biaya lagi jika ingin berganti bus ke tujuan berikutnya, asalkan tidak meninggalkan halte..sejauh ini menurut saya jogja adalah kota terbaik dengan trans jogjanya, petugasnya baik, ramah dan sangat membantu tentu saja dengan aksen jawa yang sangat kental, saya jadi teringat si perempuan muda di halte gambir, ah sedang apa dia..bermain game, terima telpon atau sedang online di social media!
Hari pertama menjajal trans jogja tujuan saya adalah keraton, bayar tiket Rp 3.500, gate pun dibuka petugas halte..dari kawasan prawirotaman naik trans jogja 2A, didalam bus saya bingung ditanya kernet bus mau alun alun utara atau selatan! Ternyata ada dua, dan saya turun di alun alun utara dan benar saja jalan sedikit kau akan bertemu lapangan luas dengan dua beringin ditengah tengah nya! Dari kejauhan terlihat gerbang keraton berwarna hijau dengan atapnya yang berwarna merah..ah seperti yang saya lihat di foto foto agen perjalanan..meyakinkan saya bahwa saya benar benar di jogja! Kawasan ini ramai juga, banyak yang  jualan, pakaian, oleh oleh,  juga banyak yang jual kerajinan..sebagai area publik tempat ini juga ramai dikunjungi warga..anak sekolah berolahraga, bermain bola dan tentusaja turis mancanegara yang tertarik dengan budaya jawa didalam keraton.. sepertinya saya akan lebih sering bertemu turis mancanegara disini, banyak juga backpacker hilir mudik  di kota ini, menggendong ransel, depan belakang, di trans jogja, di jalanan, di pasar pasar..sangat langka saya jumpai di tempat asalku… jogja sangat bersahabat dengan pariwisata, kaya akan budaya, alam serta sejarah panjangnya menjadi magnet bagi wisatawan dari seluruh dunia,orang nya juga ramah ramah dan dengan senang hati menunjukkan arah, mengenai arah ada sesuatu yang baru saya tau di sini, orang orang sini lebih terbiasa memakai arah mata angin sebagai penunjuk arah, ke utara, selatan, barat atau timur, sedikit membingungkan bagi anak melayu seperti saya di sini, setiap kali bertanya jalan saya mesti merentangkan kedua tangan kemudian menghadap matahari, jika  pagi hari artinya matahari didepanmu adalah timur, kanan mu adalah selatan, sebelah kiri utara, dan dibelakangmu adalah barat.keadaannya akan berbalik jika sore hari..dan akan sangat membingungkan jika kau Tanya arah di malam hari, kau harus punya kompas..mungkin ini sebab orang jogja sangat terpelajar..ditempat asal ku tanah melayu, lebih praktis, orang melayu tidak mau pusing dengan arah mata angin, untuk menunjuk arah mereka Cuma punya dua kata kiri atau kanan..
”kalau kau sudah sampai simpang tiga, belok kiri lurus ketemu jembatan ada simpang belok kanan, dak jauh ada surau dekat sungai kau belok kanan, lewat kuburan cina ada pom bensin,,dekat situlah tempatnya..” dan satu lagi, orang melayu lebih suka menyebut nama bangunan atau gedung untuk menunjuk jalan, seperti depan spbu, belakang rumah sakit, samping kuburan,seberang  masjid, bank dll..
rute trans jogja ditempel disetiap halte
Alun alun utara ini adalah bagian belakang dari keraton, Bangunan utama adalah Bangsal Pagelaran. Pada zamannya Pagelaran merupakan tempat para penggawa kesultanan menghadap Sultan pada upacara resmi, Sepasang Bangsal Pemandengan terletak di sisi jauh sebelah timur dan barat Pagelaran. Dahulu tempat ini digunakan oleh Sultan untuk menyaksikan latihan perang di Alun-alun Lor. dan yang kulihat tadi adalah pintu belakangnya, tapi  bisa juga masuk sekedar melihat lihat, pintu masuknya agak tersembunyi, di sebelah kanan gerbang cat hijau tadi, dekat banyak jualan pakaian dan kaos khas jogja, masuk beli tiket harga Rp 5.000,- bisa sepuasnya melihat lihat bagian belakang keraton, ada pendopo luas, ada banyak bangunan bangunan seperti bangsal  atau apalah ada patung patung yang disimpan dalam bangunan samping pendopo, semacam diorama yang menggambarkan prosesi adat, prajurit keraton dan lainnya, dari jendela kacanya kita bisa lihat koleksi patung yang beraneka ragam dari mulai putri raja, kerabat kerajaan, ratunya dan banyak lagi..dibagian lain ada dekat tangga untuk naik ke area yang lebih tinggi dari keraton ini ada patung abdi dalem sedang bersila dengan tulisan “dilarang duduk disini”, menaiki tangga kau akan mendapati pendopo lagi, cukup luas, ditengahnya terdapat balai kayu entah untuk apa, dan tidak boleh kesana, seputar pendopo ini telah dipagari tali sebagai tanda dilarang masuk
Dibagian atas sini lebih nyaman, tempatnya rimbun banyak pohon tua, banyak tempat istirahat dan juga bersih..ada yang menarik perhatianku..ada ayam jago dengan bulu emas berkilapnya dipajang didalam sangkar burung, sesekali si jago berkokok menunjukkan kejantanannya kepada para pengunjung..jalan terus kebelakang ada lagi bangunan berdinding kayu, juga ada berandanya, didalamnya tersimpan benda benda klasik peninggalan keraton, ada keris, tombak, lukisan, cermin, dan yang jadi pusat perhatian ada kereta kuda, keretanya saja tidak ada kudanya, terbuat dari kayu terlihat sangat antik, mungkin pernah jadi kendaraan keluarga kerajaan..sepertinya ini bangunan terahir untuk area ini, tak ada lagi yang harus dilihat sebab menuruni tangga hanya akan bertemu tembok tinggi dengan pintu gerbang besi yang terkunci, katanya itu pintu menuju bagian depan keraton dan wisatawan tidak bisa melewati pintu itu harus keluar keraton dan mengambil jalan memutar..
Sekilas tentang keraton..berawal  setelah Perjanjian Giyanti, Pangeran Mangkubumi membangun keraton sebagai pusat pemerintahan Kasultanan Ngayogyakarta Hadiningrat. Pangeran Mangkubumi yang kemudian bergelar Sultan Hamengku Buwono I membangun keraton di tengah sumbu imajiner yang membentang di antara Gunung Merapi dan Pantai Parangtritis. kompleks bangunan keraton ini masih berfungsi sebagai tempat tinggal sultan dan rumah tangga istananya yang masih menjalankan tradisi kesultanan hingga saat ini. Secara fisik istana ini memiliki tujuh kompleks inti yaitu Balairung Utara, Kamandhungan Utara, Sri Manganti, Kedhaton, Kamagangan, Kamandhungan Selatan, dan Balairung Selatan. Selain itu Keraton memiliki berbagai warisan budaya baik yang berbentuk upacara maupun benda-benda kuno dan bersejarah. Di sisi lain, Keraton juga merupakan suatu lembaga adat lengkap dengan pemangku adatnya. Oleh karenanya tidaklah mengherankan jika nilai-nilai filosofi begitu pula mitologi menyelubungi Keraton Yogyakarta. Dan yang paling hebat istana ini dirancang sang raja sendiri..sultan HB pertama..
dibalik tembok istana
Jalan sekitar 500 meter selatan keraton, ada kawasan terkenal yang disebut taman sari, istana air semacam tempat peristirahatan raja raja jawa dimasanya.. Gemericik air, keindahan arsitekturnya yang kuno, dan pemandangan klasik membuat Taman Sari sangat eksotis..Lorong-lorong bawah tanah dan bangunannya menjadikan Taman Sari penuh rahasia yang akan terus dikuak. Bagian yang saya suka adalah berjalan di lorong bawah tanah berbentuk seperti pintu masjid , hanya dengan penerangan cahaya matahari yang menerobos dari atas, benar benar magis..seolah kau sedangmelintasi lorong waktu yang membawamu kemasa dua ratus tahun silam dan kau adalah rajanya, diujung lorong diantara gemeicik air, diantara taman taman bunga aneka warna, terdengar riang tawa renyah , canda tawa para selir diantara kecipak bunyi air, sayup sayup antara terdengar antara tidak, dan mereka menunggumu..maksud saya menunggu raja mereka! Untuk bergabung bersama mereka bermain air..ah membayangkan nya saja sangat menyenangkan menjadi raja..kabarnya sultan akan memilih selirnya disini, selir yang terpilih untuk menghangatkan tempat tidur sultan..
Masuk komplek ini bayar tiket Rp 5000, ada tambahan biaya saat bawa peralatan fotografi, letaknya tepat ditengah kepadatan pemukiman penduduk, berulang kali saya tersesat dan Tanya sana sini untuk menemukan pintu masuknya yang memang tersembunyi, sebaiknya memang sewa pemandu warga lokal yang banyak menawarkan diri di depan komplek, agar tidak buang waktu mencari pintu masuk..Di kompleks ini terdapat tempat yang masih dianggap sakral, yakni  Pasareyan Ledoksari tempat peraduan  Sultan. ada Sumur Gumuling  sebuah bangunan bertingkat dua dengan lantai bagian bawahnya terletak di bawah tanah. Pada masa lampau, bangunan ini merupakan semacam surau tempat sultan melakukan ibadah. Bagian ini dapat dicapai melalui lorong bawah tanah. Di bagian lain masih banyak lorong bawah tanah yang lain, yang merupakan jalan rahasia, untuk situasi darurat jika musuh menduduki  istana, seperti jalan keluar istana troya, saat tentara yunani membumi hangus kan troya..wow, saya suka dengan tempat ini, keren, ada banyak rahasia, mungkin masih ada lorong yang belum ditemukan, tapi sudahlah mungkin hanya fantasiku saja yang sudah terkontaminasi holywood..Sekarang kompleks Taman Sari hanya tersisa sedikit saja, tak berdaya melawan lindasan zaman, puing puingnya bercerita tentang keemasan masa lalu..
Meninggalkan taman sari saya kembali ke alun alun utara  berjanji dengan seorang teman  untuk mengunjungi  Borobudur!  Lokasi tepatnya Kandang Macan ..terdengar menyeramkan, biar greget, padahal macannya sudah tidak ada sejak lama tinggal kandangnya saja, letaknya disudut timur alun alun utara dekat pohon beringin, disini ada tempat semacam kabin seadanya dan bisa mengisi ulang gadgetmu dan tentu saja bayar Rp 2000, barulah bisa menelpon teman janji bertemu disini..
temboknya kusam berjamur dan mengelupas
untuk menuju Borobudur naik  trans jogja 2b tujuan terminal jombor, jauh juga sebab trans jogjanya mutar mutar dulu, padahal jarak terpendeknya sekitar 7 kilometer, sampai terminal jombor sekitar tengah hari, makan siang diterminal lanjut naik bis lagi, tiket bisnya  Rp 20.000, saya tidak tahu kemana tujuan ahir bis ini, yang saya tau tidak semua wajah wajah ini bertujuan ke Borobudur, ah tiba tiba saya menjadi  pengamat manusia, setidaknya diperjalanan ini,, ada juga tiga orang perempuan kulit putih yang saya ingat juga menaiki trans jogja yang sama dengan kami tadi,  kalau orang asing ini jelas sekali tujuan mereka Borobudur tak perlu ditanya lagi, bus penuh sesak, tidak kebagian tempat duduk,masih untung kebagian tempat berdiri,  sepanjang jalan bus terus berhenti untuk menambah atau menurunkan penumpang, penat rasanya berdiri sebab jauh sekali perjalanan ini,  lebih dari 30 km, keluar wilayah pemprov Yogyakarta, memasuki magelang jawa tengah..sesuatu yang tidak saya perkirakan sebelumnya!
Dari awal dimulainya perjalanan ini,  direncana perjalanannya sama sekali tidak ada rencana menggunakan angkutan umum, kami berniat menyewa sepeda motor untuk lebih leluasa mengeksplorasi kota tujuan, akan tetapi di menit terakhir keberangkatan berubah, sebab baru sadar tak seorangpun dari kami yang punya sim C untuk sepeda motor, teman saya punya simA untuk mobil itupun  kadaluarsa,,dan sepanjang kota kota yang kami kunjungi ramai terdapat razia tertib lalu lintas, bahkan baru tadi pagi kami saksikan razia besar di depan halte taman pintar, banyak pengendara motor terkena pelanggaran lalu lintas dan ditilang! Dan tentunya kau tak ingin jadi salah satu diantara mereka kan! Sejenak saya merasa ini keputusan bijak..
Bus berhenti disebuah terminal, saya tidak tau nama terminalnya, mungkin ini terminal Borobudur, semua penumpang yang ingin ke candi Borobudur turun disini, dan benar saja turun dari bus banyak tukang becak, delman, ojek dan saudara saudaranya menawarkan jasa untuk mengantar ke candi, kisaran harganya mulai Rp 20.000, sampai angka yang sulit diterima akal sehat! Dan kami menolaknya, setelah melihat tiga gadis cantik kulit putih yang dibus tadi dengan santainya memutuskan berjalan kaki menuju candi, saya merasa sangat termotivasi dan percaya atau tidak jalan mereka cepat sekali, seperti tak merasakan letih! rasanya sulit sekali mengejar mereka dengan jalan biasa, kau harus berlari ditengah terik matahari pukul satu siang,,ah rasanya tidak! Mungkin jalan saya yang terlalu lamban..
setelah jalan cukup jauh ditengah panas terik dari terminal bus tadi, Memasuki  areal taman candi, terasa sejuk,  tamannya luas rindang benar benar nyaman menyusuri  di jalanan setapaknya, dikawasan ini juga ada pasar oleh oleh, pasarnya besar juga dengan banyak lapak pedagang, jual pakaian, kerajinan, ukiran dan aneka kreatifitas lokal lainnya, makanan juga tersedia, sewa payung juga ada,,lengkap lah sebaiknya kau beli oleh oleh  disini, ada yang jual kaos gambar Borobudur seharga Rp 50.000 untuk enam potong, itu harga terbaik yang bisa kau dapatkan di seantero jagat raya ini, dan jangan lagi kau tawar, kau menzolimi pedagangnya, di malioboro kaos seperti ini paling murah Rp 15.000… menuju loket kau bisa beli tiket seharga Rp 30.000 ,merasa terlalu murah, punya banyak duit silahkan ke loket untuk wisatawan mancanegara, tiketnya sampai ratusan ribu katanya! dan akan mendapatkan lembaran tiket yang ada kode batangnya, digunakan untuk di tempel di mesin gerbang masuk areal taman candi Borobudur..dan setapak demi setapak kami semakin dekat, namun belum terlihat sebab rindangnya pepohonan,,perlahan dari balik rindang dedauanan sang masterpiece mulai terlihat mahkotanya,kami tercekat akan  megahnya, mewahnya, bercita rasa seni tingkat tinggi aura kebesarannya mulai terasa menyelimuti kami yang terkagum kagum dibuatnya, seolah pandangan mata terhipnotis dan tak bisa berpaling dari sang mahakarya..
situs warisan dunia, salah satu dari 7 keajaiban dunia
inilah Borobudur sebuah candi Buddha, yang diarsiteki oleh  Gunadharma, tentunya dia sangat jenius, bisa membangun mahakarya termegah yang menuai decak kagum seantero dunia, benar benar indah..dibangun antara abad 8 sampai abad ke 9 masehi, sepertinya kita akan berkunjung ke negeri dengan masa 1200 tahun silam, dimasa kerajaan mataram kuno..Pembangunan candi ini dimulai pada masa Maha Raja Sri Sanggramadananjaya, dilanjutkan oleh putranya, Samarattungga, dan diselesaikan oleh cucu perempuannya, Dyah Ayu Pramodhawardhani…yap  ratusan tahun lamanya pembangunan candi ini, jangan kau kira macam bangun kontrakan selesai dalam waktu singkat, ini karya seni tingkat tinggi yang dipersembahkan untuk para dewa..dan disini tempatnya kau bisa memperdalam spiritualitas mu.. Borobudur adalah kuil yang juga  salah satu monumen Buddha terbesar di dunia, terdiri atas enam teras berbentuk bujur sangkar yang diatasnya terdapat tiga pelataran melingkar, pada dindingnya dihiasi panel relief yang merupakan  koleksi relief Buddha terlengkap dan terbanyak di dunia (Pembacaannya cerita-cerita relief ini dimulai, dan berakhir pada pintu gerbang sisi timur di setiap tingkatnya, bergerak searah jarum jam, dimulai dari sebelah kiri dan berakhir di sebelah kanan pintu gerbang yang terletak di bagian timur).. 10 tingkat Borobudur  menggambarkan filsafat budha. 6 tingkat berbentuk bujur sangkar, 3 tingkat berbentuk bundar melingkar dan sebuah stupa utama di puncaknya. Bagaikan sebuah kitab, Borobudur menggambarkan 10 tingkatan Bodhisattva yang harus dilalui untuk mencapai kesempurnaan menjadi Buddha.. dimulai dari ranah hawa nafsu, yaitu dunia yang masih dikuasai oleh hawa nafsu, dilanjutkan dengan ranah berwujud, yaitu dunia yang sudah dapat membebaskan diri dari nafsu, tetapi masih terikat oleh rupa dan bentuk Dan terakhir ranah tak berwujud, yaitu dimana manusia sudah terbebas dari segala keinginan dan ikatan bentuk dan rupa, namun belum mencapai nirwana. Disimbolkan lantai berbentuk lingkaran. Patung-patung Buddha ditempatkan di dalam stupa yang ditutup berlubang-lubang seperti dalam kurungan..
ransel butut kuajak kau mengunjungi sang budha
hari telah senja, matahari tak segarang tadi, mungkin ia sudah letih, langit mulai teduh  dengan birunya yang perlahan memudar, awan gemawan menaungi  Borobudur,  sementara terasa angin berhembus menelusup celah celah stupa membelai wajah sang budha yang bersemedi di dalamnya! Sebuah senja  yang  klasik diantara tumpukan arca kuno yang setua sejarahnya, aura kemegahan masa lalu pun seolah terpampang nanar di matamu..kau baru saja menziarahi monumen berusia lebih dari seribu tahun! Ah sebentar lagi matahari tenggelam , kita harus kembali  ke kotaraja (jogja) sebelum gelap..selamat tinggal  Borobudur, mungkin aku akan mengunjungimu lagi suatu hari nanti..
Previous
Next Post »